
KUNINGAN, (VOX) – Sekretaris Daerah Kabupaten Kuningan, U Kusmana, menegaskan pentingnya efisiensi anggaran serta peningkatan disiplin aparatur sipil negara (ASN) saat menjadi pembina apel pagi di halaman Gedung Setda Kuningan, Selasa (14/04).
Dalam amanatnya, Sekda meminta seluruh perangkat daerah segera melakukan langkah konkret efisiensi, salah satunya pada penggunaan listrik dengan target penghematan mencapai 40 hingga 50 persen. Kepala Bagian Umum diminta untuk menghitung secara rinci dampak efisiensi tersebut.
Selain itu, Kepala Bagian Organisasi ditugaskan menyusun skema kerja yang lebih adaptif, termasuk penerapan Work From Home (WFH) dan Work From Anywhere (WFA). Skema tersebut diharapkan sudah ditindaklanjuti secara penuh pada Jumat mendatang dan tetap menjaga produktivitas ASN.
Sekda juga menyoroti kedisiplinan pejabat dalam merespons komunikasi kerja. Ia menegaskan bahwa selama penerapan WFA, setiap pejabat wajib merespons dalam waktu maksimal 15 menit. Jika tidak, hal tersebut akan menjadi catatan evaluasi kinerja. ASN juga diwajibkan untuk membagikan lokasi kerja (share location) kepada pimpinan sebagai bentuk transparansi.
Dalam kesempatan tersebut, ia menyampaikan apresiasi kepada ASN yang selama ini konsisten menjalankan tugas dengan baik.
Tak hanya itu, Sekda turut menyinggung capaian membanggakan Kabupaten Kuningan dalam ajang TOP BUMD Awards 2026. Di bawah kepemimpinan Bupati Dian Rachmat Yanuar, Bank Kuningan berhasil naik kelas dari Bintang 4 menjadi Bintang 5.

“Ini menjadi kebanggaan kita bersama. ASN harus mendukung BUMD daerah dengan menggunakan layanan Bank Kuningan dalam aktivitas perbankan,” ujarnya.
Lebih lanjut, Sekda mengungkapkan bahwa program Sekolah Rakyat akan mulai beroperasi tahun depan sebagai upaya meningkatkan akses pendidikan bagi masyarakat kurang mampu. Program ini menjadi salah satu bentuk kepercayaan pemerintah pusat kepada Kabupaten Kuningan.
Ia juga menyebut bahwa dalam satu tahun kepemimpinan Bupati, angka kemiskinan di Kabupaten Kuningan mengalami penurunan signifikan. Ke depan, hal ini akan semakin didorong dengan masuknya investasi hampir Rp4 triliun yang diproyeksikan mampu menyerap 20 hingga 30 ribu tenaga kerja.
Sebagai bagian dari tugasnya, Sekda mengaku mendapat mandat untuk memantau indikator kinerja utama para kepala SKPD. Evaluasi akan dilakukan secara berkala setiap tiga bulan bersama Bappeda guna memastikan program berjalan optimal.
Terkait program Makan Bergizi Gratis (MBG), Sekda selaku Ketua Satgas menekankan pentingnya pengawalan lintas sektor agar program berjalan transparan dan berdampak positif, termasuk pada aspek ekonomi. Ia mengingatkan agar tidak terjadi monopoli dalam penyediaan kebutuhan program.
Pemerintah Kabupaten Kuningan juga berencana menghadirkan aplikasi pengaduan online untuk mendukung keterbukaan informasi publik, yang saat ini tengah disiapkan oleh Dinas Komunikasi dan Informatika.
Menutup arahannya, Sekda mengajak seluruh ASN untuk memahami visi dan misi Bupati serta meningkatkan etos kerja demi kesejahteraan masyarakat Kabupaten Kuningan.***









Tinggalkan Balasan