KUNINGAN, (VOX) – Ratusan lilin menyala di depan Pendopo Kabupaten Kuningan pada Kamis malam (23/10), dalam aksi damai bertajuk “1000 Lilin Kuningan Caang-Keun”. Aksi ini digagas oleh gabungan mahasiswa dari PMII dan GMNI Kuningan, bersama masyarakat dan para aktivis sosial yang peduli terhadap kasus dugaan penyalahgunaan anggaran Program PJU Kuningan Caang senilai Rp117 miliar.

Berbeda dengan aksi-aksi sebelumnya, kegiatan kali ini berlangsung sangat damai dan tertib. Tidak ada gesekan antara peserta aksi dan aparat penegak hukum (APH) yang berjaga di lokasi. Suasana justru terasa penuh keheningan dan refleksi, seiring nyala ribuan lilin yang menyimbolkan harapan agar Kuningan kembali “caang” terang, jujur, dan bersih dari korupsi.

Rangkaian kegiatan diawali dengan menyalakan lilin bersama, kemudian doa bersama, tanda tangan petisi, serta pembacaan puisi dan lagu perjuangan oleh peserta aksi. Sejumlah pejabat Pemerintah Kabupaten Kuningan turut hadir, di antaranya PJ Sekda Kuningan, Wahyu Hidayah, bersama Asisten Daerah I dan Kepala Dinas Perhubungan Kuningan, yang juga ikut menandatangani petisi dukungan moral tersebut.

Dalam keterangannya, PJ Sekda Wahyu Hidayah menyampaikan apresiasi atas gerakan moral yang diinisiasi oleh mahasiswa. “Pemerintah Kabupaten Kuningan pada dasarnya mendukung niat baik teman-teman mahasiswa. Kami juga berkomitmen untuk mendorong tata kelola keuangan yang bersih, transparan, dan akuntabel,” ujar Wahyu.

Ia juga berpesan agar semangat perjuangan mahasiswa selalu dibarengi dengan ketertiban dan menjaga keamanan bersama, agar pesan moral dapat tersampaikan tanpa menimbulkan gesekan.

Aksi “1000 Lilin Kuningan Caang-Keun” menjadi simbol suara hati masyarakat Kuningan yang mendambakan kejelasan dan transparansi dalam penanganan kasus dugaan korupsi proyek Kuningan Caang. Di balik nyala lilin yang sederhana, tersimpan doa dan tekad agar keadilan segera terungkap dan Kuningan kembali bersinar terang bukan hanya di jalanan, tapi juga dalam integritas pemerintahan.***