
VOXPOPULI.CO.ID— Ketua Harian Persatuan Alumni Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (PA GMNI) Kuningan, Ismah Winartono, menyampaikan ucapan selamat kepada Bung Anggi yang terpilih sebagai Ketua DPD GMNI Jawa Barat.
Ismah berharap kepemimpinan baru tersebut dapat menjadi momentum untuk memperkuat konsolidasi, soliditas, dan gerakan kerakyatan GMNI di Jawa Barat.
Pernyataan itu disampaikan Ismah pada Selasa (22/09). Menurutnya, Jawa Barat memiliki basis kader GMNI yang besar dan beragam. Di sisi lain, berbagai persoalan rakyat di Jawa Barat membutuhkan keberpihakan serta kerja nyata dari kaum muda.
“Selamat kepada Bung Anggi. Semoga amanah dan mampu membawa GMNI Jawa Barat semakin solid, guyub, dan berani hadir di tengah persoalan rakyat. Ini bukan hanya soal memimpin organisasi, tetapi bagaimana menjadikan GMNI semakin relevan dengan kehidupan rakyat,” ujar Ismah.
Ismah mendorong seluruh cabang dan kader GMNI di Jawa Barat untuk membangun satu barisan gerakan yang tidak berhenti pada konsolidasi internal organisasi.

Menurutnya, konsolidasi harus dilanjutkan dengan lahirnya gagasan dan kerja nyata yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.
Ia menilai GMNI memiliki ruang yang besar untuk memperkuat peran intelektual sekaligus gerakan sosial di tengah berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat Jawa Barat.
“Jawa Barat harus menjadi laboratorium Marhaen. Tempat gagasan Bung Karno tidak hanya dibicarakan dalam ruang-ruang diskusi, tetapi diuji dalam realitas kehidupan rakyat—dalam pendidikan, ekonomi kerakyatan, lingkungan, kebudayaan, pertanian, hingga perjuangan masyarakat kecil,” katanya.
Ismah menyebut Jawa Barat memiliki potensi besar untuk menjadi laboratorium Marhaen bagi rumah besar GMNI.
Menurutnya, gagasan Marhaenisme perlu terus diterjemahkan dalam konteks persoalan masyarakat saat ini. Pengembangan gagasan tersebut, kata dia, tidak cukup dilakukan melalui diskusi, tetapi juga harus diwujudkan melalui kerja konkret bersama masyarakat.
Ia menilai semangat Marhaenisme perlu diterjemahkan sesuai dengan tantangan zaman tanpa kehilangan akar perjuangannya, yakni keberpihakan kepada rakyat dan pembebasan manusia dari berbagai bentuk ketidakadilan.
“Rumah besar GMNI harus menjadi rumah yang mampu merawat perbedaan, memperkuat persaudaraan, dan melahirkan kerja-kerja kerakyatan. Soliditas bukan berarti seragam, tetapi mampu berjalan bersama dalam satu cita-cita perjuangan,” ujarnya.
Lebih lanjut, Ismah mendorong kader GMNI untuk membangun tradisi intelektual yang kuat sekaligus memiliki keberanian untuk turun langsung dan bekerja bersama masyarakat.
Menurutnya, kaderisasi dan konsolidasi organisasi perlu berjalan beriringan dengan kemampuan kader membaca persoalan rakyat serta merumuskan gagasan yang relevan dengan kondisi sosial di Jawa Barat.
Ia berharap kepemimpinan Bung Anggi di DPD GMNI Jawa Barat dapat membuka ruang kolaborasi yang lebih luas antara kader, cabang, alumni, dan berbagai elemen masyarakat.
Kolaborasi tersebut diharapkan dapat memperkuat gerakan kebangsaan dan kerakyatan di Jawa Barat.
“Selamat berjuang, Bung Anggi. Semoga Jawa Barat menjadi salah satu ruang terbaik untuk membuktikan bahwa Marhaenisme bukan sekadar warisan pemikiran, tetapi nilai perjuangan yang terus hidup dan bekerja untuk rakyat,” pungkasnya. (Ugi)












Tinggalkan Balasan