
VOXPOPULI.CO.ID – Karnaval Budaya dalam rangkaian Hari Jadi Kabupaten Kuningan ke-528 tidak hanya menjadi hiburan bagi masyarakat. Gelaran yang berlangsung meriah juga menjadi peluang bagi para pedagang dan pelaku UMKM untuk mendapatkan tambahan penghasilan.
Hal itu diungkapkan Dimas Gilang, seorang pedagang sosis asal Purwokerto, Jawa Tengah. Ia diwawancarai setelah Karnaval Budaya Kuningan 2026 selesai, di seberang Masjid Syiarul Islam, Minggu (13/09/2026).
Dimas mengaku sengaja datang ke Kuningan untuk mengikuti agenda tahunan tersebut. Menurutnya, ia sudah mengetahui bahwa Karnaval Budaya Kuningan selalu ramai sehingga menjadi salah satu event yang menarik untuk diikuti.
“Iya, soalnya kan ini agenda tahunan, agenda tahunan Kuningan kan, jadi sudah tahu seberapa ramainya gitu,” ujar Dimas.
Dimas juga mengaku tahun sebelumnya pernah datang ke Kuningan untuk mengikuti event serupa. Menurut Dimas, Karnaval Budaya Kuningan tahun 2026 terasa lebih meriah dibandingkan tahun sebelumnya. Ia melihat jumlah peserta lebih banyak dan keterlibatan daerah lain turut menambah semarak perayaan Hari Jadi Kuningan ke-528.

“Ya lebih meriah lah, maksudnya lebih meriah, terus peserta juga kayak lebih banyak gitu. Terus kota-kota lain juga ikut hadir mendukung hari jadi,” tuturnya.
Sebagai pedagang sosis, Dimas membawa stok dagangan dalam jumlah cukup banyak. Meski masih tersisa sedikit, ia mengaku penjualan tahun ini lebih baik dibandingkan tahun sebelumnya.
“Masih sisa sedikit sih, cuman emang bawa dagangannya banyak,” ujarnya.
Saat ditanya mengenai penjualan, Dimas mengaku bersyukur karena dagangannya lebih laris pada Karnaval Budaya tahun ini.
Dimas datang ke Kuningan bersama seorang temannya. Keduanya memang terbiasa mengikuti berbagai event dari satu daerah ke daerah lainnya untuk berdagang.
“Iya Alhamdulillah lebih bagus, saya ngikutin acara-acara gitu,” ungkapnya.
Selain dari Purwokerto, Dimas juga melihat cukup banyak pedagang dari daerah lain yang turut memanfaatkan keramaian Karnaval Budaya Kuningan. Di antaranya berasal dari Cirebon dan Indramayu.
“Dari Cirebon ada, terus dari Indramayu juga ada, banyaklah di sini,” katanya.
Dimas berharap pemerintah Kabupaten Kuningan dapat lebih sering menggelar event seperti Karnaval Budaya. Menurutnya, kegiatan semacam ini tidak hanya memberikan hiburan bagi masyarakat, tetapi juga mampu menggerakkan perekonomian dan mendongkrak UMKM.
“Ya pesan-pesannya sih semoga kayak event-event kayak gini lebih sering dilakukan, karena sebagai buat hiburan warga juga bisa mendongkrak UMKM dari yang lokal sama kaya saya, saya yang pendatang yang ikut kayak istilahnya mencari rezeki di sini,” tutur Dimas.
Perjalanan Dimas menuju Kuningan juga cukup panjang. Sebelum datang ke Kuningan, ia terlebih dahulu mengikuti acara di Brebes. Ia berangkat dari Brebes sekitar pukul 02.00 WIB dan tiba di wilayah Kuningan sekitar pukul 03.00 WIB.
Karena tiba dini hari, Dimas sempat beristirahat di sebuah masjid di Ciawigebang bersama rombongannya. Setelah salat Subuh, ia kemudian langsung menuju lokasi Karnaval Budaya.
“Datang dari kemarin kan dari Brebes, habis acara di Brebes. Dari Brebes jam 02.00 sampai sini jam 03.00, terus ikut tidur sebentar di Ciawigebang di masjid. Habis itu habis subuh, salat subuh langsung ke sini,” jelasnya.
Setelah selesai berjualan di Kuningan, Dimas tidak berencana menginap. Ia akan kembali ke Purwokerto dan hanya akan mampir sebentar untuk beristirahat sebelum melanjutkan perjalanan.
“Langsung ke Purwokerto. Kebetulan alhamdulillah di sini laris gitu,” ucapnya.
Kehadiran Dimas dan pedagang dari berbagai daerah menunjukkan bahwa Karnaval Budaya Kuningan memiliki dampak ekonomi yang turut dirasakan para pelaku usaha. Keramaian event bukan hanya menjadi tontonan masyarakat, tetapi juga membuka ruang bagi UMKM lokal maupun pedagang dari luar daerah untuk mencari rezeki.
Bagi Dimas, Karnaval Budaya Kuningan 2026 menjadi pengalaman positif. Ia berharap event serupa dapat lebih sering digelar sehingga semakin banyak masyarakat dan pelaku UMKM yang merasakan manfaatnya.***









Tinggalkan Balasan