VOXPOPULI.CO.ID – Kabupaten Kuningan bakal menjadi pusat perhatian para pecinta kopi melalui gelaran Ciremai Coffee Culture Festival 2026 yang berlangsung selama tiga hari, Jumat-Minggu, 4-6 September 2026.

Festival ini tidak hanya menyuguhkan hiburan dan pengalaman menikmati kopi, tetapi juga menghadirkan berbagai agenda yang mempertemukan petani, roaster, brewer, barista, pelaku UMKM, pemerintah hingga pelaku bisnis kopi.

Salah satu agenda yang menarik adalah Manual Brew Championship Ciremai Coffee Culture 2026 yang digelar pada Sabtu, 5 September 2026. Sebanyak 27 peserta dari berbagai daerah tercatat mengikuti kompetisi tersebut.

Para peserta berasal dari Kuningan, Cirebon, Majalengka, Indramayu, Arjawinangun hingga Tegal.

Dari Kuningan terdapat Andriyana dari Goodhouse, Akbar Maulana dari For Coffee, Ucin Muksin dari Zayyidan Coffee House, Tegar Eka Fauzi dari De-Loop, Muhamad Andreana dari Singgah Dulu, Muhamad Fauji dari Independent, Devi Silviana dari Mars Farm, Muhamad Muis dari Liberikaku Coffee, Rafli Maulana dari Baraja Coffee, Ferry Lez dari AM.O Coffee dan Rega Nugraha dari Home Brewer.

Dari Cirebon, peserta yang tercatat yakni Christinasari Dewi H dari Independent, Jalu Hadi Kuncoro dari Baraja Coffee, Fazri Apriansyah dari Jiwan Coffee & Things, Riko Rahman dari Hade Kopi Indonesia, Rafli Maulana dari Baraja Coffee, M. Rafi dari Independent dan Dinda Fitri Rindiani dari Papersnip.

Majalengka mengirimkan Burhan Hidayat dari Thirty Des, Durohman dari Pikali Coffee, Mukhtadi Fahrudin dari Emuh Coffee, Ahmad Ashif dari Kopi Praktek dan Nanda Ubaid dari Piknik Café.

Sementara dari Indramayu terdapat Falah Yoga Pratama dari Lancar Barokah dan Teguh Rahardika dari Kopi Kop! (Kopikop). Dari Arjawinangun ada Ahmad Muzani dari K.Zann Coffee dan Abud dari Episod. Sedangkan Yanuar Eka Permana dari Coffee Bean Expert menjadi peserta asal Tegal.

Kehadiran 27 peserta dari berbagai daerah tersebut membuat Manual Brew Championship menjadi salah satu agenda yang memperlihatkan luasnya jejaring industri kopi di kawasan Ciremai dan sekitarnya.

Selain kompetisi manual brew, Ciremai Coffee Culture Festival 2026 juga menghadirkan Lomba Public Cupping Kopi Kuningan, Lomba Tarung Seduh Kopi dan Lomba Barista.

Rangkaian festival dimulai pada Jumat, 4 September 2026. Setelah persiapan opening ceremony, registrasi tamu undangan dan sejumlah agenda pembukaan, acara dilanjutkan dengan sambutan Bupati Kuningan sekaligus pembukaan festival.

Dalam agenda pembukaan juga terdapat penandatanganan SK MPIG yang melibatkan Bupati Kuningan, Bupati Majalengka, Bank Indonesia serta unsur protokol.

Malam pembukaan kemudian diisi foto bersama, hiburan band lokal The Basment serta kunjungan ke stand dan Coffee Experience.

Pada Sabtu, 5 September 2026, kegiatan dimulai dengan registrasi dan hiburan kreatif siswa SMA. Setelah itu, terdapat Sarasehan Kopi Kuningan: Petani, Pemerintah & Ekosistem yang dijadwalkan menghadirkan moderator serta narasumber Adipati dan Agah.

Agenda dilanjutkan dengan Lomba Public Cupping Kopi Kuningan serta Workshop Penyangraian Kopi yang menghadirkan roaster atau trainer.

Malam harinya, pengunjung dapat menyaksikan Lomba Tarung Seduh Kopi dan Coffee Night.

Sementara pada Minggu, 6 September 2026, festival kembali menghadirkan sejumlah agenda yang berkaitan dengan pengembangan industri kopi dan UMKM.

Salah satunya adalah Business Matching Kopi Kuningan yang dijadwalkan berlangsung pada siang hingga sore hari. Agenda ini menjadi ruang pertemuan pelaku usaha kopi dengan calon mitra bisnis.

Selain itu, terdapat Klinik Kemasan & Legalitas UMKM yang menghadirkan PLUT atau mentor, serta Lomba Barista dengan competition manager dan Adipati.

Menjelang malam, agenda dilanjutkan dengan Kopi Talks: Cerita Petani, Roaster & Barista. Forum tersebut menjadi ruang berbagi pengalaman mengenai perjalanan para pelaku dalam ekosistem kopi, mulai dari sektor hulu hingga hilir.

Penutupan festival dijadwalkan berlangsung pada Minggu malam. Setelah penutupan resmi, panitia akan mengumumkan para pemenang Lomba Barista, Lomba Public Cupping dan Lomba Tarung Seduh.

Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan Closing Coffee Night bersama Samgo Band sebelum dilakukan penutupan area dan briefing panitia.

Dengan rangkaian agenda tersebut, Ciremai Coffee Culture Festival 2026 tidak sekadar menjadi festival untuk menikmati kopi. Kegiatan ini juga menjadi ruang promosi potensi kopi Kuningan sekaligus mempertemukan berbagai unsur dalam ekosistem kopi.

Mulai dari petani, roaster, brewer, barista, coffee shop, pelaku UMKM, pemerintah hingga calon mitra bisnis dipertemukan dalam satu rangkaian kegiatan selama tiga hari.

Kehadiran 27 peserta Manual Brew Championship dari berbagai daerah juga menjadi salah satu bukti bahwa kopi mampu menjadi medium untuk membangun jejaring ekonomi, kreativitas dan kolaborasi lintas daerah di kawasan Ciremai.