VOXPOPULI.CO.ID – Pameran pembangunan dalam rangka Hari Jadi Kuningan tahun ini hadir dengan konsep berbeda. Pemerintah Kabupaten Kuningan menggantinya dengan kegiatan tematik berupa Festival Kopi yang mengangkat potensi komoditas kopi lokal.

Festival tersebut mengusung tema “Ciremai Coffee Culture, Melesat Bersama Aroma Kopi” dan akan digelar selama tiga hari, mulai Jumat hingga Minggu.

Kabid UMKM dan Perindustrian Dinas Koperasi, Perdagangan dan Perindustrian (Diskopdagperin) Kabupaten Kuningan, Alvin Fitranda, mengatakan festival ini tidak hanya menjadi ruang bagi masyarakat untuk menikmati kopi, tetapi juga diarahkan sebagai wadah mempertemukan petani kopi dengan para pelaku usaha.

Hal itu disampaikan Alvin saat ditemui di Taman Pandapa Paramartha, Kamis (3/9/2026).

Alvin menjelaskan, terdapat sekitar 40 tenan yang akan mengisi area utama festival. Selain itu, panitia juga menyiapkan sembilan tenda untuk kunci bersama.

“Kalau di dalam ada sekitar 40 ditambah 9 tenda untuk kunci bersama,” ujar Alvin.

Menurutnya, peserta festival akan melibatkan sekitar 20 petani kopi dan 20 kedai kopi. Sementara di luar area utama, akan terdapat pelaku UMKM yang menawarkan produk berbahan baku kopi serta pelaku food and beverage yang menyediakan makanan untuk menemani pengunjung menikmati kopi.

Dalam pelaksanaannya, Diskopdagperin menggandeng Asosiasi Petani dan Pengusaha Kopi Indonesia (APGI) untuk melakukan kurasi terhadap produk yang akan mengikuti festival.

Tidak hanya pameran, sejumlah kegiatan bertema kopi juga telah disiapkan. Di antaranya tarung seduh, cupping, coffee mapping, business matching, sarasehan kopi hingga hiburan yang melibatkan sekolah-sekolah di sekitar lokasi.

“Di hari-hari berikutnya, kita adakan semacam acara-acara perkopian seperti tarung seduh, cupping, coffee mapping, terus ada business matching, ada sarasehan kopi, ada hiburan-hiburan yang disumbang dari sekolah-sekolah di sekitar sini,” jelas Alvin.

Jenis kopi yang akan ditampilkan juga beragam, mulai dari Arabika, Robusta hingga Liberika.

Alvin berharap keberadaan Festival Kopi Kuningan dapat menjadi momentum untuk memperkuat ekosistem kopi lokal. Salah satunya melalui business matching yang mempertemukan petani kopi dengan kedai-kedai kopi di Kabupaten Kuningan.

“Kita harapkan dari business matching yang kita adakan ini bisa meraih petani-petani kopi yang ada di Kabupaten Kuningan, sehingga kedai-kedai kopi yang ada di Kuningan itu bisa menggunakan kopi-kopi yang berasal dari Kuningan itu sendiri,” ungkapnya.

Festival ini juga akan menghadirkan stan Dekranasda, BUMD serta UMKM lainnya. Pengunjung nantinya dapat menikmati kopi di area yang telah disediakan, lengkap dengan meja dan kursi serta round table di sejumlah titik.

Menariknya, harga produk selama festival juga diharapkan lebih terjangkau. Pemkab Kuningan sebelumnya telah mengeluarkan surat edaran kepada para pelaku usaha agar memberikan diskon produk dalam rangka Hari Jadi Kuningan.

“Yang pasti di sini mungkin adalah harga-harga pameran. Karena Pemda juga sudah mengeluarkan surat edaran pada saat Hari Jadi, seluruh pelaku usaha untuk memberikan diskon dari produknya masing-masing. Sudah surat edaran Bupati,” kata Alvin.

Selain itu, stan yang digunakan para pelaku usaha dalam festival tersebut tidak dikenakan biaya sewa. Menurut Alvin, pembiayaan kegiatan didukung oleh sejumlah sponsor, termasuk Bank Indonesia dan Aqua.

“Semua stan-stannya juga gratis, tidak kita tarif lagi. Karena ini juga sumbangan-sumbangan sponsor,” ujarnya.

Pemkab Kuningan juga menggandeng paguyuban PKL Pandapa dan paguyuban PKL Stadion agar keberadaan pedagang kaki lima yang selama ini sudah berjualan di sekitar kawasan tersebut tetap dipertahankan.

Festival Kopi Kuningan dijadwalkan berlangsung selama tiga hari. Pada Jumat, kegiatan dimulai sekitar pukul 16.00 WIB dan dilanjutkan dengan pembukaan pada malam hari.

Pada Sabtu, festival berlangsung mulai pukul 10.00 WIB hingga sekitar pukul 21.00 WIB. Sedangkan pada Minggu, kegiatan menyesuaikan dengan agenda Melesat Fun Run dan kembali dimulai sekitar pukul 13.00 WIB hingga penutupan pada pukul 20.00 WIB.

Dengan konsep tersebut, Festival Kopi Kuningan diharapkan tidak sekadar menjadi pengganti pameran pembangunan, tetapi juga mampu membuka akses pasar bagi petani kopi lokal sekaligus mendorong kedai-kedai di Kuningan untuk menggunakan kopi hasil produksi daerah sendiri.***