
VOXPOPULI.CO.ID – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Kuningan menurunkan 13 puskesmas untuk mendukung penanganan kesehatan selama kebakaran Tempat Pengolahan Sampah Akhir (TPSA) Ciniru, Kecamatan Jalaksana.
Penanganan dilakukan selama 13 hari, mulai 12 hingga 24 Agustus 2026. Tim kesehatan ditempatkan secara bergiliran di sejumlah wilayah sekitar lokasi kebakaran untuk memastikan kondisi kesehatan masyarakat tetap terpantau.
Kepala Dinas Kesehatan melalui Kabid Pelayanan Kesehatan Dinkes Kuningan, dr. Agah Nugraha, mengatakan pengerahan belasan puskesmas tersebut merupakan bagian dari respons Dinkes terhadap kondisi di sekitar TPSA Ciniru.
“Dinkes menurunkan 13 puskesmas selama 13 hari penanganan kebakaran di TPSA Ciniru,” kata dr. Agah kepada vox, Rabu (26/08).
Berdasarkan rekap kegiatan jaga posko P3K, sebanyak 31 tim dengan 78 personel puskesmas diterjunkan selama periode tersebut. Dari pelayanan yang dilakukan, tercatat 97 orang mendapatkan berbagai tindakan kesehatan.

Penanganan yang diberikan antara lain pemberian oksigen, pemeriksaan tekanan darah, pemeriksaan saturasi oksigen (SpO2), pemberian obat batuk, obat sakit kepala, vitamin, pemeriksaan mata hingga penanganan luka ringan dan luka bakar.
Pada 12 Agustus, tim dari Puskesmas Jalaksana memberikan penanganan kepada sejumlah warga, termasuk pemberian oksigen dan penanganan luka bakar. Pelayanan kemudian dilanjutkan oleh puskesmas lainnya seperti Japara, Cigandamekar, Cipicung, Cilimus, Ciawigebang, Kalimanggis, Garawangi, Manggar, Mekarwangi, Cihaur, Maleber dan Sindangagung.
Selain pelayanan kesehatan langsung, Dinkes juga menyiapkan oksigen serta masker untuk mendukung petugas dan masyarakat di sekitar wilayah terdampak.
Dr. Agah mengatakan Dinkes juga mengerahkan tim mobile dari sejumlah puskesmas untuk melakukan pengecekan ke daerah-daerah yang kemungkinan terdampak asap kebakaran.
“Diluar ini juga terdapat team mobile dari puskesmas Jalaksana, Japara dan Kramatmulya untuk mengecek daerah-daerah yang kemungkinan terdampak asap kebakaran dan alhamdulillah tidak ditemukan warga yang terdampak dari asap kebakaran tersebut,” ujarnya.
Menurutnya, pemantauan tersebut dilakukan sebagai langkah antisipasi agar masyarakat yang berada di sekitar kawasan TPSA Ciniru tetap mendapatkan perhatian apabila muncul keluhan kesehatan akibat asap kebakaran.
Dalam rekap kegiatan hingga 24 Agustus 2026, tercatat 97 orang mendapatkan berbagai bentuk pelayanan kesehatan. Selain itu, posko juga didukung persediaan oksigen dan masker.
Dinkes Kuningan memastikan pemantauan kesehatan menjadi bagian penting dalam penanganan kebakaran TPSA Ciniru, terutama untuk mengantisipasi kemungkinan gangguan kesehatan masyarakat yang berada di sekitar lokasi.
Dengan dukungan 13 puskesmas dan tim mobile, pelayanan kesehatan dilakukan secara bergiliran selama masa penanganan kebakaran untuk memastikan kondisi warga terus terpantau.***









Tinggalkan Balasan