VOXPOPULI.CO.ID – Kemerdekaan Indonesia tidak semestinya hanya dimaknai melalui pengibaran bendera dan upacara seremonial. Lebih dari itu, kemerdekaan harus diwujudkan melalui rasa aman, keadilan, serta perlindungan terhadap kelompok rentan, khususnya anak dan perempuan.

Pesan tersebut disampaikan Kasubag TU PPA Kuningan, Euis Nurmala, dalam momentum HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Senin (17/8/2026).

Menurut Euis, kemerdekaan yang sesungguhnya adalah ketika setiap anak dapat tumbuh dan berkembang tanpa rasa takut, sementara perempuan memiliki kesempatan yang sama untuk belajar, bekerja, bermimpi, dan menentukan masa depannya.

“Kemerdekaan bukan hanya soal bendera berkibar dan upacara di lapangan. Kemerdekaan yang sesungguhnya adalah ketika setiap anak bisa sekolah tanpa takut, dan setiap perempuan bisa bermimpi tanpa dibatasi,” ujar Euis.

Ia menegaskan, upaya mewujudkan kemerdekaan harus dimulai dari lingkungan paling kecil, yakni keluarga. Rumah semestinya menjadi tempat pertama bagi anak dan perempuan untuk mendapatkan rasa aman dan perlindungan, bukan menjadi ruang terjadinya kekerasan, diskriminasi maupun tekanan.

Bagi anak-anak Indonesia, lanjut Euis, kemerdekaan berarti terpenuhinya hak untuk hidup, tumbuh, berkembang, mendapatkan pendidikan, bermain, serta didengar dan dihargai pendapatnya.

Karena itu, ia berharap tidak ada lagi anak yang terpaksa putus sekolah, menjadi korban kekerasan, terjebak dalam pernikahan dini, maupun bekerja pada usia yang seharusnya digunakan untuk belajar dan bermain.

“Bangsa yang besar lahir dari anak-anak yang merasa aman di negerinya sendiri,” katanya.

Sementara bagi perempuan, kemerdekaan harus dimaknai sebagai kesempatan untuk memperoleh hak yang setara dalam pendidikan, kesehatan, pekerjaan, serta perlindungan dari berbagai bentuk kekerasan.

Euis mengatakan perjuangan perempuan Indonesia telah berlangsung sejak masa perjuangan Kartini hingga saat ini. Menurutnya, memastikan perempuan memperoleh hak dan perlindungan yang layak merupakan bagian penting dari upaya mengisi kemerdekaan.

“Kemerdekaan perempuan adalah kemerdekaan separuh dari bangsa ini,” tegasnya.

Euis mengingatkan, perjalanan menuju kemerdekaan yang benar-benar dirasakan seluruh masyarakat belum selesai selama masih terdapat anak yang suaranya dibungkam dan perempuan yang hidup dalam ketakutan.

Momentum HUT ke-81 RI, menurutnya, harus menjadi pengingat bahwa semangat merah putih tidak hanya diwujudkan melalui simbol-simbol kebangsaan, tetapi juga melalui tindakan nyata dalam melindungi sesama.

“Tugas kita hari ini bukan hanya mengibarkan merah putih, tetapi juga memastikan merah putih itu melindungi. Karena Indonesia yang merdeka adalah Indonesia yang adil. Dan Indonesia yang adil dimulai dari melindungi yang paling rentan: anak dan perempuan. Merdeka!” pungkasnya.***