VOXPOPULI.CO.ID – Pemerintah Kabupaten Kuningan bersama Polres Kuningan menggelar Apel Kesiapsiagaan Tanggap Darurat Bencana Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Halaman Sekretariat Daerah Kabupaten Kuningan, Rabu (5/8/2026). Apel yang diinisiasi Polres Kuningan tersebut menjadi langkah awal memperkuat koordinasi lintas instansi menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan pada puncak musim kemarau.

Bupati Kuningan, Dr. H. Dian Rachmat Yanuar, M.Si., menegaskan kebakaran hutan dan lahan yang terus berulang setiap tahun tidak boleh lagi dianggap sebagai kejadian biasa. Menurutnya, kondisi tersebut harus menjadi alarm bagi seluruh pihak untuk meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan.

“Jangan menganggap biasa. Justru ini harus meningkatkan kewaspadaan untuk lebih kesiapsiagaan. Kebakaran yang berulang-ulang seperti ini sudah tidak bisa ditolerir. Entah karena kesengajaan ataupun tidak, yang pasti ini sesuatu yang harus kita bereskan,” tegas Bupati.

Ia menjelaskan, pelaksanaan apel lebih dini bertujuan memetakan kekuatan personel maupun sarana dan prasarana yang dimiliki seluruh instansi. Dengan demikian, pemerintah dapat mengetahui kesiapan armada, termasuk kendaraan pemadam milik Pemda yang masih memerlukan perbaikan, sekaligus dukungan armada dari Kodim 0615/Kuningan dan Yonif 323/Buaya Putih.

“Kita jadi mengetahui kekuatan yang kita miliki untuk kesiapsiagaan bencana. Seluruh komponen mulai dari pemerintah, Polres, Kodim, Yonif hingga SKPD siap melakukan mitigasi dan langkah-langkah konkret menghadapi karhutla di Kabupaten Kuningan,” ujarnya.

Memasuki musim kemarau dan menjelang peringatan Hari Kemerdekaan RI, Bupati juga mengingatkan meningkatnya aktivitas pendakian di Gunung Ciremai. Ia meminta para pendaki maupun masyarakat lebih berhati-hati terhadap penggunaan api yang berpotensi memicu kebakaran.

“Menjelang Agustusan biasanya ribuan pendaki naik ke Gunung Ciremai. Rokok maupun api unggun harus betul-betul diantisipasi jangan sampai lengah,” katanya.

Bupati menegaskan, kebakaran hutan bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, melainkan tanggung jawab seluruh masyarakat. Ia mengaku prihatin karena kebakaran yang dipicu kelalaian kecil dapat menghanguskan ratusan hektare hutan beserta pepohonan yang telah tumbuh selama bertahun-tahun.

“Sudah pernah terjadi, hanya dari satu puntung rokok mengakibatkan kebakaran ratusan hektare. Pohon-pohon yang tumbuh bertahun-tahun musnah seketika hanya karena satu puntung rokok atau api unggun yang tidak dipadamkan,” ungkapnya.

Karena itu, ia mengajak seluruh masyarakat, terutama para pendaki Gunung Ciremai, meningkatkan kesadaran kolektif dalam menjaga kelestarian hutan dengan tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran.

Sementara itu, Kapolres Kuningan AKBP Bellen Anggara Pratama menegaskan Polres Kuningan siap bersinergi dengan Kodim, Yonif, Pemerintah Daerah, BPBD, dan seluruh elemen masyarakat dalam mengantisipasi serta menanggulangi potensi kebakaran hutan dan lahan.

“Menyikapi apa yang disampaikan Pak Bupati terkait karhutla, kami dari jajaran Polres Kuningan bersama Kodim, Yonif, Pemda, BPBD, dan seluruh unsur komponen masyarakat berkomitmen untuk mengantisipasi dan menanggulangi secara dini potensi terjadinya kebakaran hutan dan lahan di wilayah Kabupaten Kuningan,” ujar AKBP Bellen Anggara Pratama.

Menurutnya, berbagai upaya preventif akan terus dilakukan, mulai dari patroli gabungan di wilayah rawan, penyuluhan kepada masyarakat, hingga menyiapkan sarana dan prasarana untuk mendeteksi serta merespons dengan cepat apabila ditemukan titik api.

“Upaya-upaya preventif terus kita lakukan, termasuk patroli bersama, penyuluhan kepada masyarakat, dan menyiapkan sarana prasarana yang kita miliki guna mendeteksi serta merespons dengan cepat apabila ada laporan atau titik api yang muncul,” katanya.

Kapolres berharap sinergi yang kuat antara Polri, TNI, Pemerintah Daerah, BPBD, dan seluruh komponen masyarakat mampu menekan potensi kebakaran hutan dan lahan selama musim kemarau.

“Dengan kesiapsiagaan dan sinergitas yang kuat antar seluruh instansi, potensi karhutla di Kabupaten Kuningan dapat kita tekan sekecil mungkin atau bahkan tidak terjadi sama sekali,” pungkasnya.

Melalui apel kesiapsiagaan tersebut, Pemerintah Kabupaten Kuningan bersama Polres Kuningan, Kodim 0615/Kuningan, Yonif 323/Buaya Putih, BPBD, dan seluruh unsur terkait menegaskan komitmen memperkuat mitigasi serta pencegahan sejak dini agar kebakaran hutan dan lahan yang kerap terjadi setiap musim kemarau dapat diminimalkan, khususnya di kawasan Gunung Ciremai dan wilayah rawan lainnya.***