VOXPOPULI.CO.ID – Kabupaten Kuningan mencatatkan prestasi membanggakan di sektor investasi. Berdasarkan hasil Rapat Evaluasi dan Optimalisasi Realisasi Investasi Semester I Tahun 2026 yang diselenggarakan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Jawa Barat di Bandung, Rabu (22/7/2026), Kabupaten Kuningan berhasil menempati peringkat pertama capaian target investasi di antara 27 kabupaten/kota di Jawa Barat.

Rapat tersebut dihadiri para Kepala DPMPTSP kabupaten/kota se-Jawa Barat, termasuk Kepala DPMPTSP Kabupaten Kuningan, Drs. H. Dudi Pahrudin, M.Si. Evaluasi dilakukan berdasarkan Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM) yang disampaikan pelaku usaha dan diverifikasi secara berjenjang oleh Kementerian Investasi/BKPM bersama Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

Data yang dipaparkan menunjukkan target investasi Kabupaten Kuningan tahun 2026 sebesar Rp270 miliar, sedangkan realisasi hingga Semester I telah mencapai Rp880 miliar atau sekitar 326 persen dari target. Capaian tersebut menempatkan Kabupaten Kuningan pada kategori Tinggi dan menjadi daerah dengan persentase pencapaian target investasi terbaik di Jawa Barat.

Di bawah Kuningan, posisi kedua ditempati Kabupaten Ciamis dengan target investasi Rp140 miliar dan realisasi Rp160 miliar. Sementara posisi ketiga diraih Kabupaten Indramayu dengan target Rp3,55 triliun dan realisasi Rp3,19 triliun. Ketiga daerah tersebut sama-sama masuk klasifikasi Tinggi dalam evaluasi Semester I Tahun 2026.

Dikonfirmasi melalui sambungan telepon usai mengikuti rapat, Rabu (22/7), Kepala DPMPTSP Kabupaten Kuningan, Drs. Dudi Pahrudin, M.Si., mengungkapkan rasa syukur atas capaian tersebut.

“Alhamdulillah, berdasarkan hasil evaluasi, realisasi investasi Semester I mencapai Rp880 miliar. Mudah-mudahan ke depan terus meningkat, karena peningkatan investasi akan berdampak terhadap peningkatan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Kuningan,” ujarnya.

Menurut Dudi, penilaian dalam rapat tersebut didasarkan pada persentase realisasi dibandingkan target investasi yang telah ditetapkan.

“Dilihat dari besaran dibandingkan targetnya. Evaluasinya juga dilakukan secara berjenjang, mulai dari BKPM kemudian DPMPTSP Provinsi,” jelasnya.

Saat ditanya mengenai faktor yang mendukung capaian tersebut, Dudi menyebut berbagai upaya dalam mendorong kemudahan investasi di Kabupaten Kuningan terus dilakukan. Ia juga berharap tren positif tersebut dapat berlanjut pada Semester II.

“Iya, betul,” jawab Dudi saat dikonfirmasi mengenai program Pemerintah Kabupaten Kuningan yang mendorong terciptanya iklim investasi yang ramah bagi investor.

“Akan lebih meningkat lagi. Apalagi nanti kalau revisi RTRW sudah selesai, mudah-mudahan akan lebih banyak lagi menarik investor masuk ke Kabupaten Kuningan,” katanya.

Meski realisasi investasi telah melampaui target tahunan, Dudi menyebut belum ada keputusan untuk menaikkan target investasi tahun 2026.

“Kalau berdasarkan hasil rapat tadi, belum. Mungkin kalau tahun depan targetnya bisa ditambah lagi,” ungkapnya.

Menurutnya, capaian investasi tersebut seluruhnya berasal dari data Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM) yang dilaporkan oleh para pelaku usaha.

Capaian ini menjadi salah satu indikator positif bagi iklim investasi di Kabupaten Kuningan. Di bawah kepemimpinan Bupati Dian Rachmat Yanuar dan Wakil Bupati Tuti Andriani, Pemerintah Kabupaten Kuningan terus mendorong penyederhanaan pelayanan perizinan, percepatan proses investasi, serta membuka ruang komunikasi dengan dunia usaha. Hasil evaluasi Semester I Tahun 2026 menunjukkan bahwa Kabupaten Kuningan berhasil melampaui target investasi yang ditetapkan Pemerintah Provinsi Jawa Barat, sekaligus menjadi daerah dengan capaian target investasi tertinggi di Jawa Barat.

Ke depan, Pemerintah Kabupaten Kuningan berharap tren positif tersebut dapat terus dipertahankan melalui peningkatan kualitas pelayanan publik, penyelesaian revisi RTRW, serta penguatan kepastian hukum bagi investor sehingga investasi yang masuk mampu mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, membuka lapangan kerja, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.***