VOXPOPULI.CO.ID – Semangat gotong royong dalam menyelamatkan Waduk Darma dari ancaman ledakan eceng gondok terus menguat. Tidak hanya pemerintah daerah, berbagai elemen masyarakat juga turun tangan memberikan dukungan nyata. Salah satunya datang dari Kelompok Tani Hutan (KTH) Paguyuban Silihwangi Majakuning yang mengerahkan puluhan anggotanya untuk ikut membersihkan gulma air yang semakin meluas di kawasan waduk.

Dalam kegiatan yang digelar bersama Bupati Kuningan pada Sabtu (13/6/2026), sebanyak 50 anggota KTH dari desa-desa penyangga kawasan Taman Nasional Gunung Ciremai turut ambil bagian dalam aksi pembersihan massal. Kehadiran mereka menjadi bukti bahwa persoalan lingkungan tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, melainkan juga seluruh lapisan masyarakat.

Ketua Paguyuban Silihwangi Majakuning, H. Nandar Junar Arif, S.Hut., menegaskan bahwa keterlibatan organisasi yang dipimpinnya didorong oleh rasa tanggung jawab untuk menjaga keseimbangan ekosistem dan kelestarian lingkungan.

“Ini merupakan ekosistem kita juga, lingkungan kita juga. Kami merasa terpanggil dan berkewajiban untuk menjaga lingkungan ini,” ujarnya di sela kegiatan.

Menurut Nandar, penyebaran eceng gondok yang tidak terkendali dapat menimbulkan dampak serius terhadap kondisi Waduk Darma. Selain mempercepat proses sedimentasi, keberadaan gulma tersebut juga berpotensi mengganggu keseimbangan ekologi perairan karena mengurangi kadar oksigen yang dibutuhkan oleh berbagai organisme hidup di dalamnya.

“Dampaknya cukup besar. Selain mempercepat sedimentasi waduk, secara ekologis eceng gondok juga memengaruhi kadar oksigen di dalam air. Itu yang menjadi perhatian kami,” katanya.

Untuk mendukung kegiatan pembersihan, Paguyuban Silihwangi Majakuning tidak hanya menyiapkan sumber daya manusia. Organisasi tersebut juga mengerahkan berbagai sarana pendukung berupa dua unit dump truck, satu kendaraan pikap, 300 karung, serta 10 garpu pengangkut untuk mempercepat proses evakuasi eceng gondok dari area perairan.

Puluhan anggota yang diterjunkan berasal dari lima kelompok tani hutan perwakilan, yakni KTH dari Desa Cisantana, Puncak, Sagarahiang, Karangsari, dan Gunungsirah. Kelima kelompok tersebut merupakan bagian dari 28 KTH yang tergabung dalam Paguyuban Silihwangi Majakuning.

Berdasarkan pengamatannya di lapangan, Nandar menilai tutupan eceng gondok di Waduk Darma sudah berada pada tingkat yang mengkhawatirkan. Karena itu, ia menilai langkah kolaboratif yang melibatkan pemerintah, masyarakat, komunitas lingkungan, hingga pelaku wisata menjadi strategi yang tepat dalam mengatasi persoalan tersebut.

“Kondisinya memang sudah cukup dominan. Mudah-mudahan dengan penanganan bersama seperti ini, eceng gondok yang menutupi perairan bisa teratasi dan diangkat sehingga fungsi waduk dapat kembali optimal,” tuturnya.

Lebih jauh, Nandar berharap aksi pembersihan yang dilakukan tidak berhenti sebagai kegiatan sesaat. Ia menginginkan gerakan kepedulian lingkungan tersebut menjadi agenda berkelanjutan demi menjaga Waduk Darma sebagai aset ekologis, sumber penghidupan masyarakat, sekaligus destinasi wisata unggulan Kabupaten Kuningan.

“Ngajaga alam, miara kahirupan. Bersama menjaga Waduk Darma untuk lingkungan yang lestari dan pariwisata yang semakin maju,” pungkasnya.

Partisipasi aktif KTH Paguyuban Silihwangi Majakuning memperlihatkan bahwa upaya menjaga lingkungan akan lebih efektif ketika dilakukan secara kolaboratif. Sinergi antara pemerintah dan masyarakat diharapkan mampu mempercepat pemulihan kondisi Waduk Darma sekaligus menjaga keberlanjutan fungsi waduk bagi generasi mendatang.