
KUNINGAN, (VOX) – Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Kuningan, Asep Setia Mulyana, menegaskan bahwa proses pemilihan ketua partai di tubuh Golkar berjalan secara demokratis dan terbuka bagi seluruh kader yang memenuhi syarat organisasi.
Hal tersebut disampaikan Asep usai kegiatan penyembelihan hewan kurban di Kantor DPD Golkar Kuningan, Kamis (28/05/2026). Dalam kegiatan tersebut, DPD Golkar Kuningan menyembelih dua ekor sapi dan satu ekor kambing yang kemudian dibagikan kepada masyarakat kurang mampu, pengurus partai, hingga para ketua PK.
“Ini bagian dari semangat berbagi dan kepedulian sosial kepada masyarakat. Mudah-mudahan bisa memberikan manfaat,” ujar Asep.
Ia menyebut momentum Idul Adha menjadi pengingat pentingnya solidaritas sosial dan kebersamaan, terutama di tengah kondisi ekonomi masyarakat yang masih membutuhkan perhatian bersama.
Selain membahas kegiatan kurban, Asep juga menyinggung dinamika internal partai menjelang proses pemilihan ketua DPD Golkar di berbagai tingkatan. Menurutnya, mekanisme di Partai Golkar berbeda dengan partai lain karena menempatkan suara kader di tingkat bawah sebagai penentu utama.

“Golkar sangat demokratis. Pemilihan ketua DPD kabupaten, provinsi maupun pusat itu berdasarkan suara dari bawah. Jadi siapa yang mendapatkan suara terbanyak dari pemilik hak suara, itulah yang terpilih,” katanya.
Ia menjelaskan bahwa proses penjaringan calon ketua dibuka secara terbuka bagi seluruh kader yang memenuhi persyaratan organisasi. Salah satu syarat utama adalah pernah menjadi pengurus partai minimal lima tahun serta memperoleh dukungan minimal 30 persen dari pemilik suara.
“Ada proses penjaringan, siapa pun berhak menjadi calon sepanjang memenuhi syarat organisasi,” ucapnya.
Saat ditanya mengenai kemungkinan dirinya kembali maju dalam kontestasi internal partai, Asep tidak menutup peluang tersebut. Namun ia menyerahkan sepenuhnya kepada dukungan kader di tingkat bawah.
“Kalau dipercaya, ya insyaallah siap,” katanya singkat.
Dalam wawancara tersebut, Asep juga menyinggung pentingnya keberlanjutan program pembangunan daerah menjelang momentum politik mendatang, baik Pilkada maupun Pemilu Legislatif. Ia menilai tata kelola pemerintahan di Kabupaten Kuningan saat ini mulai menunjukkan arah positif.
“Saya melihat selama setahun ini tata kelola keuangan pemerintahan cukup baik. Ekonomi ada peningkatan, angka kemiskinan juga mengalami penurunan, dan ada banyak perubahan,” ujarnya.
Menurutnya, stabilitas pembangunan dan keberlanjutan program pemerintah harus terus dijaga agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat luas.
Momentum Idul Adha, lanjut Asep, tidak hanya menjadi ritual keagamaan semata, tetapi juga menjadi refleksi penting bagi seluruh elemen bangsa untuk terus memperkuat kepedulian sosial, gotong royong, dan pengabdian kepada masyarakat.***












Tinggalkan Balasan