JAKARTA, (VOX) – Tayangan program Xpose Uncensored di Trans7 pada Senin, 13 Oktober 2025, menimbulkan gelombang protes dari warga Nahdlatul Ulama (NU) dan keluarga besar pesantren. Tayangan tersebut dinilai melecehkan kiai dan pondok pesantren, sehingga memicu seruan aksi besar-besaran.Manajemen Trans7 sudah menyampaikan permohonan maaf resmi kepada Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) DKI Jakarta pada Rabu, 15 Oktober 2025. Dalam surat yang ditandatangani Head of Public Relations Trans7, Suci Mulyaputri, pihak stasiun televisi menyampaikan penyesalan mendalam serta mengumumkan penghentian program Xpose Uncensored. Trans7 juga memutus kerja sama dengan rumah produksi, memberi sanksi internal, serta melakukan silaturahmi langsung ke Pondok Pesantren Lirboyo Kediri.

Meski demikian, permintaan maaf itu belum sepenuhnya meredakan kekecewaan. Pimpinan Pusat Pagar Nusa mengeluarkan surat instruksi resmi pada 16 Oktober 2025, menyerukan kader Pagar Nusa se-DKI Jakarta dan Banten untuk mengikuti aksi Bela Kiai. Aksi akan digelar pada Jumat, 17 Oktober 2025, mulai pukul 13.00 WIB di depan Gedung Trans TV, kemudian dilanjutkan ke Gedung Komdigi pukul 14.30 WIB.

Poster aksi yang beredar di media sosial bertuliskan slogan “Bela Kiai Jaga Pesantren” dan “Bela Kiai Sampai Mati”. Massa aksi direncanakan hadir dengan seragam pencak silat Pagar Nusa, membawa bendera NU, serta panji merah putih.

Pagar Nusa menegaskan bahwa aksi ini adalah bentuk penghormatan sekaligus pembelaan terhadap martabat kiai dan pesantren, yang selama ini menjadi benteng pendidikan keagamaan di Indonesia. Aksi Bela Kiai di depan Trans7 diperkirakan akan berlangsung dengan jumlah massa besar sebagai wujud solidaritas keluarga besar NU.***