KUNINGAN, (VOX) – Plafon bagian luar Gedung Setda Kabupaten Kuningan ambruk pada Rabu (13/5/2026) sekitar pukul 13.00 WIB, sesaat setelah kegiatan Rapat Koordinasi Terbatas (Rakortas) Kemarau digelar di Aula Sang Adipati.

Material plafon yang berada tepat di atas area parkir itu runtuh dan menimbulkan suara keras hingga membuat sejumlah penghuni gedung keluar untuk memeriksa situasi.

Beruntung tidak ada korban jiwa maupun kendaraan yang tertimpa dalam kejadian tersebut. Area parkir diketahui dalam kondisi relatif sepi usai kegiatan rakortas selesai dilaksanakan.

Dari pantauan VOX di lokasi, ambruknya plafon diduga dipicu kondisi penyangga yang sudah lapuk akibat rembesan air. Penyangga plafon diketahui menggunakan kayu holo yang terlihat rapuh dan tidak lagi mampu menopang beban plafon berbahan GRC.

Padahal, material GRC dikenal memiliki bobot yang cukup berat sehingga membutuhkan struktur penyangga yang kuat dan kondisi atap yang baik agar tetap aman.

Kondisi atap yang diduga tidak maksimal membuat air masuk dan terus-menerus mengenai bagian penyangga. Akibatnya, kayu holo tersebut lapuk dan kehilangan daya tahan.
Selain itu, pada bagian plafon lainnya juga terlihat perubahan warna menghitam yang diduga akibat rembesan air yang sudah berlangsung cukup lama di bagian dalam plafon.

Sumber informasi yang enggan disebutkan namanya menyebut kondisi plafon sebenarnya sudah lama terlihat rusak dan menganga. Namun hingga akhirnya ambruk, disebut belum ada penanganan serius dari pihak pengelola gedung maupun dinas terkait.

“Kondisinya sudah lama menganga dan terlihat seperti mau jatuh. Tapi seolah-olah dibiarkan sampai akhirnya ambruk,” ujar sumber tersebut.

Pantauan di lokasi, serpihan plafon tampak berserakan di area parkir dekat Aula Sang Adipati. Sebagian plafon lainnya pun masih terlihat menggantung dan dinilai berpotensi lepas sewaktu-waktu.

Petugas kemudian memasang garis pembatas pengaman di sekitar lokasi untuk mencegah kendaraan maupun masyarakat mendekat ke area berbahaya.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak pengelola Gedung Setda maupun Pemerintah Kabupaten Kuningan terkait penyebab pasti ambruknya plafon tersebut serta langkah penanganan yang akan dilakukan.***