
KUNINGAN,(VOX) – Pemerintah Kabupaten Kuningan bergerak cepat menghadapi ancaman serangan hama wereng daun hijau yang berpotensi memicu gagal panen. Melalui Gerakan Pengendalian (Gerdal) Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT), penanganan dilakukan di lahan seluas 20 hektare di Desa Cikaso, Kecamatan Kramatmulya, Jumat (17/4/2026).
Langkah ini dilakukan sebagai respons atas meningkatnya populasi wereng yang dinilai membahayakan produktivitas padi. Selain merusak tanaman secara langsung, hama ini juga dikenal sebagai vektor penyakit yang dapat menurunkan hasil panen secara signifikan.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Kuningan, Dr. Wahyu Hidayah, M.Si., turun langsung ke lokasi untuk memastikan penanganan berjalan efektif. Ia bahkan tampak duduk lesehan di pematang sawah bersama petani, berdialog sekaligus memberikan edukasi terkait pengendalian hama.
“Pengendalian harus dilakukan terpadu dan serentak dalam satu hamparan agar efektif menekan populasi hama,” ujarnya di sela kegiatan.
Menurut Wahyu, tanpa penanganan cepat dan tepat, serangan wereng berpotensi menyebabkan kerugian hingga 30 sampai 100 persen atau puso. Kondisi ini tentu menjadi ancaman serius bagi ketahanan pangan, khususnya di tingkat petani.

Pendekatan yang digunakan dalam Gerdal ini mengedepankan metode Pengendalian Hama Terpadu (PHT). Petani didorong untuk memahami ekosistem pertanian, mulai dari pemantauan populasi hama, pola tanam serempak, hingga pemanfaatan musuh alami.
Selain itu, penggunaan pestisida dilakukan secara selektif dengan prinsip tepat jenis, dosis, waktu, dan cara. Pemerintah juga menyalurkan bantuan pestisida untuk memperkuat pengendalian serentak di lahan terdampak.
“Penggunaan pestisida harus bijak agar tetap efektif sekaligus menjaga keseimbangan lingkungan,” katanya.
Tak hanya itu, langkah pencegahan juga diperkuat melalui penggunaan varietas tahan, pengelolaan air yang baik, serta sanitasi lahan guna memutus siklus hidup hama.
Kegiatan Gerdal turut diisi dengan aksi penyemprotan serentak yang melibatkan petani, petugas teknis, dan pemerintah daerah. Kolaborasi ini menjadi kunci dalam menekan penyebaran hama secara lebih luas.
Sejumlah petani mengaku terbantu dengan kehadiran langsung pemerintah di lapangan. Selain mendapatkan bantuan, mereka juga merasa didengar dan diberi solusi yang bisa langsung diterapkan.
Dengan langkah cepat, pendekatan humanis, serta kolaborasi lintas pihak, Pemkab Kuningan optimistis serangan wereng dapat dikendalikan. Harapannya, produktivitas padi tetap terjaga dan ketahanan pangan daerah semakin kuat.***









Tinggalkan Balasan