KUNINGAN, (VOX) – Musyawarah Cabang (Muscab) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Kuningan yang digelar di Grand Cordella Hotel Kuningan, Minggu (05/04/2026), menjadi momentum strategis dalam menentukan arah kepemimpinan partai sekaligus memperkuat peran politik dalam pembangunan daerah.

Kegiatan berlangsung meriah dengan dihadiri jajaran Dewan Pengurus Pusat (DPP), Dewan Pengurus Wilayah (DPW), hingga seluruh Dewan Pengurus Anak Cabang (DPAC) dari 32 kecamatan di Kabupaten Kuningan. Selain itu, hadir pula unsur Forkopimda, penyelenggara pemilu, organisasi kepemudaan, serta perwakilan partai politik.

Ketua DPC PKB Kuningan periode 2021–2026, Ujang Kosasih, menegaskan bahwa Muscab merupakan tahapan penting dalam menentukan kepengurusan dan ketua PKB Kuningan ke depan. Ia menyebutkan, proses pemilihan akan berjalan sesuai mekanisme partai dalam beberapa bulan mendatang.

“Muscab ini menjadi pintu awal untuk menentukan arah kepemimpinan PKB Kuningan ke depan melalui mekanisme yang telah diatur partai,” ujarnya.

Dalam paparannya, Ujang menyampaikan capaian signifikan PKB Kuningan. Pada Pemilu 2024, PKB berhasil meraih lebih dari 90 ribu suara dan menempatkan delapan kursi di DPRD, meningkat dibandingkan pemilu sebelumnya. Capaian ini, menurutnya, merupakan hasil dari penguatan struktur partai melalui institusionalisasi dan kaderisasi berjenjang hingga tingkat bawah.

PKB Kuningan juga aktif menjalankan program sosial, salah satunya melalui penyediaan mobil siaga oleh anggota legislatif sebagai bentuk pelayanan langsung kepada masyarakat.

Sementara itu, Bupati Kuningan, Dian Rachmat Yanuar, dalam sambutannya menyoroti pentingnya rekonsiliasi pasca-Pilkada serta kolaborasi lintas politik dalam membangun daerah.

Ia mengakui adanya perbedaan sikap politik pada kontestasi sebelumnya, namun menegaskan bahwa hal tersebut tidak boleh menjadi penghalang dalam kerja bersama.

“Pilkada adalah kompetisi sesaat, tapi membangun daerah adalah tanggung jawab kita bersama,” tegasnya.

Dian mengajak seluruh kader PKB untuk kembali bersatu dan memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah dalam menghadapi berbagai tantangan pembangunan.

Ia juga memaparkan sejumlah capaian pembangunan di Kabupaten Kuningan, mulai dari pertumbuhan ekonomi yang meningkat, penurunan angka kemiskinan dan pengangguran, hingga upaya percepatan pembangunan infrastruktur, khususnya perbaikan jalan dan pelayanan publik.

Meski demikian, ia mengakui masih banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan dan membutuhkan dukungan semua pihak, termasuk partai politik.

“Yang dibutuhkan masyarakat adalah kehadiran pemimpin yang mampu memberi solusi dan harapan,” ujarnya.

Suasana Muscab sempat berubah haru ketika Dian mengenang almarhum ayahnya, Sukardi. Dengan suara bergetar dan mata berkaca-kaca, ia menahan tangis saat mengingat perjuangan sang ayah dalam membesarkan PKB di Kuningan.

Momen tersebut memperlihatkan kuatnya ikatan emosional antara Dian dan PKB, sekaligus menjadi pengingat akan nilai-nilai perjuangan, integritas, dan pengabdian yang diwariskan.

Di akhir acara, harapan besar disematkan agar Muscab PKB Kuningan 2026 mampu melahirkan kepemimpinan baru yang solid, visioner, dan berintegritas, serta mampu memperkuat posisi PKB sebagai mitra strategis pemerintah dalam pembangunan daerah.

Muscab ini diharapkan tidak hanya menjadi agenda partai, tetapi juga menjadi titik tolak penguatan peran PKB sebagai partai yang hadir, melayani, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Kabupaten Kuningan.***