
KUNINGAN, (VOX) – Bupati Kuningan menegaskan bahwa pembangunan daerah tidak bisa hanya bertumpu pada infrastruktur fisik. Peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui pendidikan menjadi kunci utama kemajuan daerah. Hal itu disampaikan dalam sambutannya saat menghadiri Pelantikan dan Pengukuhan Pengurus Dewan Perwakilan Daerah Forum Komunikasi PKBM Kabupaten Kuningan Masa Bhakti 2026-2031 di Aula Sang Adipati Gedung Setda Kuningan, Jumat, 14 Februari 2026.
Dalam kesempatan tersebut dihadiri Kadisdik Dr. Carlan, Kabid Paud Dikmas Disdik Kuningan Dicky Mahardika dan perwakilan FKBM Jabar Heru Saleh, Bupati Dian menekankan pentingnya pendidikan nonformal sebagai bagian tak terpisahkan dari konsolidasi pembangunan pendidikan di Kabupaten Kuningan. Menurutnya, keberadaan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat atau PKBM memiliki kontribusi nyata dalam mendongkrak Indeks Pembangunan Manusia.
“Pembangunan yang maju itu tidak hanya fisik, tapi juga nonfisik. Salah satunya peningkatan kualitas sumber daya manusia. Pendidikan nonformal seperti PKBM ini adalah bagian penting dari upaya itu,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa salah satu indikator kemajuan daerah adalah Indeks Pembangunan Manusia yang ditopang oleh tiga aspek utama, yakni pendidikan, kesehatan, dan daya beli. Pada sektor pendidikan, rata-rata lama sekolah masyarakat Kuningan masih berada di kisaran setara SMP. Kondisi ini menjadi pekerjaan rumah besar bagi seluruh pemangku kepentingan.
“Masih banyak warga usia produktif yang belum memiliki ijazah setara SMA. Ini bukan sekadar angka statistik, ini soal masa depan,” tegasnya.

Bupati juga mengungkapkan bahwa dalam kunjungannya ke sejumlah desa, ia masih menemukan anak-anak yang terancam putus sekolah akibat persoalan ekonomi dan kondisi keluarga. Pemerintah daerah, katanya, tidak boleh hanya mengandalkan laporan administratif, tetapi harus hadir langsung di tengah masyarakat.
“Jangan terlalu banyak duduk di atas meja. Turun ke bawah. Lihat langsung fenomena yang terjadi. Pemerintah harus hadir, bukan sekadar lip service,” katanya di hadapan para pengurus PKBM yang baru dilantik.
Ia mendorong agar PKBM menjalin sinergi dengan berbagai pihak, termasuk perangkat desa, perusahaan, hingga pondok pesantren. Kolaborasi tersebut dinilai penting agar para santri maupun pekerja yang belum memiliki ijazah formal dapat memperoleh pendidikan kesetaraan melalui program Paket A, Paket B, dan Paket C.
“Saya tidak ingin lulusan pesantren atau pekerja di desa terbentur karena tidak punya ijazah formal. PKBM harus menjadi jembatan emas, jembatan penghubung antara harapan dan kesempatan,” ujarnya.
Dalam sambutannya, Bupati juga berbagi kisah pribadi tentang mantan peserta pelatihan yang pernah ia bina puluhan tahun lalu dan kini telah mandiri serta sukses berwirausaha. Baginya, keberhasilan membimbing seseorang hingga mampu berdiri di atas kaki sendiri adalah bentuk kebahagiaan yang tak ternilai.
“Bekerja itu bukan hanya mencari nafkah. Ada kebahagiaan ketika melihat orang yang pernah kita bantu bisa tersenyum dan berhasil. Itu upah yang tidak ternilai,” katanya.
Ia berharap kepengurusan DPD Forum Komunikasi PKBM Kabupaten Kuningan yang baru dilantik dapat bekerja dengan penuh dedikasi dan menghadirkan program yang berdampak nyata bagi masyarakat.
“Sekarang eranya bukan hanya kerja, tapi kerja yang berdampak. Anggaran boleh besar, fasilitas boleh lengkap, tapi kalau tidak bermanfaat bagi masyarakat, itu sia-sia,” tegasnya.
Dengan pelantikan tersebut, Pemerintah Kabupaten Kuningan berharap PKBM semakin berdaya dan mampu menjangkau masyarakat di wilayah pelosok, sehingga akses pendidikan kesetaraan semakin luas dan kualitas hidup masyarakat terus meningkat.***









Tinggalkan Balasan