
KUNINGAN, (VOX) – Menjelang peringatan ulang tahun ke-18 Partai Gerindra yang jatuh pada 6 Februari 2026 dan akan dirayakan pada Minggu, 8 Agustus 2026 di DPC Gerindra Kuningan, Dewan Pimpinan Cabang Partai Gerindra Kabupaten Kuningan menyiapkan langkah simbolik sekaligus praktis. Ketua DPC Gerindra Kuningan, Toto Tohari, memastikan sekitar 200 personel kader akan diturunkan untuk kegiatan korve di sejumlah titik strategis kota.
Kegiatan tersebut difokuskan di sekitar kantor DPC Gerindra Kuningan hingga kawasan Taman Kota Kuningan. Selain membersihkan area publik, para kader juga akan mencabut spanduk dan bendera partai yang sebelumnya terpasang dalam rangka menyambut hari jadi partai berlambang kepala garuda itu.
Langkah ini merupakan tindak lanjut dari pernyataan Sekretaris Jenderal DPP Gerindra, Sugiono, yang secara terbuka menyampaikan permohonan maaf kepada publik atas pemasangan atribut partai yang dinilai mengganggu estetika kota. Sugiono juga menginstruksikan seluruh kader Gerindra di Indonesia untuk mencabut kembali spanduk dan bendera partai setelah muncul reaksi luas dari warganet.
Isu tersebut sebelumnya ramai dikaitkan dengan pernyataan Presiden RI Prabowo Subianto yang sempat mengeluhkan maraknya spanduk partai di kawasan Hambalang, Bogor, yang dianggap merusak keindahan lingkungan. Keluhan itu menjadi percikan kecil yang cepat membesar di ruang digital, memantik diskusi soal etika politik dan estetika ruang publik.
Menanggapi hal tersebut, Toto Tohari menegaskan bahwa DPC Gerindra Kuningan akan sepenuhnya mematuhi arahan Dewan Pimpinan Pusat.

“Besok akan kami cabut sekaligus dengan kegiatan korve. Ini bagian dari komitmen kami untuk mengikuti instruksi DPP Gerindra dan menjaga ketertiban serta keindahan kota,” ujarnya kepada vox, Sabtu (07/02).
Ia menambahkan bahwa peringatan ulang tahun partai tidak semata-mata dimaknai sebagai seremoni internal, tetapi juga momentum untuk menunjukkan kedewasaan politik kepada masyarakat.
“HUT Gerindra di Kuningan akan diisi dengan kegiatan yang bermanfaat dan memberi contoh bahwa kader partai juga punya tanggung jawab sosial, serta sejalan dengan Program Presiden Prabowo Subianto” kata Toto.
Dengan langkah tersebut, DPC Gerindra Kuningan berharap pesan yang disampaikan pusat dapat diterjemahkan secara konkret di daerah. Di usia ke-18, Gerindra ingin tampil bukan hanya sebagai mesin politik, tetapi juga sebagai bagian dari warga kota yang ikut merawat ruang publik dan menghormati aspirasi masyarakat.***









Tinggalkan Balasan