
KUNINGAN, (VOX) – Musibah bangunan ambruk terjadi di Blok Kaliwon RT 001 RW 001, Kelurahan Purwawinangun, Kecamatan Kuningan, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, setelah hujan deras mengguyur wilayah tersebut selama berjam-jam. Peristiwa ini terjadi pada Kamis, 22 Januari 2026, sekitar pukul 16.00 WIB dan dilaporkan secara resmi oleh BPBD Kabupaten Kuningan pada Jumat, 23 Januari 2026.
Bangunan rumah milik Ida Sudiah, 62 tahun, mengalami kerusakan parah pada bagian kamar tidur dan dapur dengan ukuran masing-masing sekitar 5 x 4 meter. Struktur bangunan yang sudah lapuk tidak mampu menahan tekanan air hujan berintensitas sedang hingga lebat yang berlangsung sejak pukul 14.00 WIB hingga 20.30 WIB. Akibatnya, sebagian rumah dinyatakan tidak layak huni.
Dampak lanjutan dari kejadian tersebut menyebabkan atap ruang tamu rumah milik anak korban, Ridiana, ikut terdampak. Rumah yang berada dalam satu atap itu kini dalam kondisi terancam roboh, sehingga penghuni terpaksa mengungsi sementara ke bagian rumah yang dianggap lebih aman.
Tim BPBD Kabupaten Kuningan langsung turun ke lokasi untuk melakukan kaji cepat, assessment lapangan, serta pendistribusian bantuan logistik darurat. Aparat kelurahan juga berkoordinasi dengan TNI, Polri, dan unsur relawan untuk melakukan pembersihan material bangunan yang runtuh.
“Struktur rumah sudah dalam kondisi lapuk sehingga tidak mampu menahan beban saat hujan deras. Untuk sementara korban mengungsi di rumah satu atap yang sama, sambil menunggu langkah penanganan lanjutan,” ujar salah satu petugas BPBD Kabupaten Kuningan dalam laporan assessment lapangan.

BPBD Kuningan juga mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan, khususnya di wilayah dengan kondisi bangunan tua dan struktur tidak layak, mengingat intensitas hujan masih tinggi dalam beberapa hari terakhir.
Penanganan lanjutan akan dikoordinasikan bersama pemerintah kelurahan dan pihak terkait, termasuk penyediaan material bangunan sebagai kebutuhan darurat.
Tidak terdapat korban jiwa dalam kejadian ini. Namun, kerusakan struktural yang terjadi dinilai berisiko tinggi jika tidak segera ditangani secara teknis dan menyeluruh.***











Tinggalkan Balasan