KUNINGAN, (VOX) – Pembukaan Rapat Koordinasi Antar Perangkat Daerah di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kuningan, Senin (8/12), berlangsung dinamis dan penuh penekanan strategis. Bertempat di Bumdes Diva Pujasera, Kasturi, Sekda Kuningan U Kusmana menegaskan bahwa seluruh perangkat daerah wajib bergerak cepat untuk merealisasikan 10 program unggulan Bupati Kuningan Dian Rahmat Yanuar dan Wakil Bupati Tuti Andriani program yang dikenal sebagai “Kuningan Melesat”.

Program tersebut meliputi NGAJI DIRI (religi), Nyaah ka Santri/Guru Ngaji, GEMA SADULUR (kaum dhuafa), JAWARA TANI (pertanian), SOMEAH KA SEMAH (investasi), PERTAMA (pelayanan dasar), NATA DAYA (pariwisata desa), TATAPAKAN JATI (pengendalian inflasi), AJEG TIMBANGAN (APBD), ABDI NEGARA (birokrasi), serta PASAR RAYA (ekonomi kreatif). Seluruhnya dirancang untuk mempercepat terwujudnya Kuningan yang aman, makmur, dan berkeadilan.

Dihadapan Bupati, Wabup dan Seluruh perangkat daerah sekda menegaskan bahwa implementasi program harus dimulai dari disiplin internal birokrasi. Ia menyebut masih adanya pegawai yang tidak menunjukkan etos kerja yang baik. “Setiap perangkat daerah wajib membina dan mengevaluasi pegawainya. Pegawai adalah etalase pemerintah daerah. Dan setiap bulan, hasil evaluasi harus dilaporkan,” ungkapnya.

Selain itu, ia meminta seluruh perangkat daerah melaksanakan program Bersepeda Bersih, Sehat, Peduli, dan Damai setiap Jumat. Kegiatan ini wajib didokumentasikan dan dilaporkan secara berkala kepada Bupati melalui PIC khusus. Program tersebut menjadi bagian dari gerakan pemerintah daerah dalam membangun budaya kerja yang sehat dan kolaboratif.

Di hadapan para pejabat yang hadir, Sekda juga menyoroti serius persoalan kebocoran dokumen pemerintah. Ia mengingatkan kembali agar setiap kepala perangkat daerah memperketat pengawasan. “Masih banyak dokumen yang sampai ke pihak luar padahal bersifat internal. Ini harus dihentikan. Dokumen negara tidak boleh bocor sebelum masanya,” tegasnya.

Rakor juga membahas penanganan kasus Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) yang sempat mencuat. Pemerintah daerah menyampaikan keprihatinan dan meminta camat serta desa meningkatkan kewaspadaan agar kasus serupa tidak terulang. Ia menyebut proses pemulangan korban kini tengah diupayakan bersama Kapolres Kuningan.

Sorotan berikutnya adalah Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Sekda menginstruksikan agar aspek kesehatan makanan betul-betul dijaga, terutama oleh petugas dapur. SPPG yang telah berdiri sebanyak 120 unit, namun baru 13 yang memiliki PPG. “Sisanya harus segera dipenuhi. Camat wajib proaktif,” ujarnya. Ia juga mengumumkan bahwa struktur Satgas MBG akan dirampingkan dan dibagi per zonasi agar pengawasan lebih cepat dan efektif.

Menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru, Pemkab Kuningan juga akan menggelar rapat koordinasi khusus yang dipimpin langsung Bupati.

Menutup arahannya, Sekda menegaskan bahwa sejumlah dinas sudah dijadwalkan memaparkan capaian dan kendala untuk mempercepat realisasi 10 program prioritas Bupati mulai dari Dinas Sosial, Dinas Kesehatan, Disnakertrans, BPSDM hingga Bappenda. “Semua harus siap. Kita bekerja untuk memastikan program berjalan, bukan hanya berjalan di atas kertas,” ucapnya.

Rakor hari itu menjadi penanda kuat bahwa Pemkab Kuningan ingin memastikan seluruh perangkat daerah bergerak seirama dengan visi besar Kuningan Melesat.***