
KUNINGAN, (VOX) – Kebakaran besar menghanguskan Toko Bangunan Sri Mekarwangi di Kecamatan Lebakwangi, Kabupaten Kuningan, pada Senin dini hari, 1 Desember 2025. Dalam kejadian yang berlangsung sekitar pukul 02.00 WIB itu, Unit Pemadam Kebakaran Satpol PP Kabupaten Kuningan menjadi garda terdepan dalam operasi penyelamatan yang berlangsung lebih dari enam jam.
Api pertama kali terlihat oleh seorang saksi, Acih binti Abdul Damin (45), yang sedang bersiap berjualan sorabi. Melihat asap tebal membubung dari toko bangunan, ia segera melapor kepada Fauzi, anak pemilik toko. Dari sinilah rangkaian respons cepat dimulai Fauzi langsung menghubungi UPT Damkar Kuningan untuk meminta bantuan pemadaman.
Begitu laporan diterima, regu piket 3 UPT Damkar Kuningan bergerak hanya dalam lima menit. Total 15 personel diterjunkan bersama tiga unit kendaraan pancar menuju lokasi. Mobil pemadam tiba pukul 02.49 WIB, disambut kobaran api yang sudah membesar karena banyaknya material mudah terbakar dan bahan beracun di dalam toko bangunan.
Operasi pemadaman berlangsung sulit. Akses suplai air jauh dan terbatas, sementara bahan bangunan seperti cat, tinner, dan material kimia lainnya membuat api cepat menyebar dan menghasilkan panas intens. Petugas yang berada di garis depan bekerja dalam kondisi penuh risiko mulai dari ledakan kecil bahan kimia hingga paparan asap pekat.
Meski menghadapi situasi kompleks, Damkar Kuningan berhasil mengeksekusi pemadaman dan pendinginan hingga tuntas pada pukul 07.05 WIB. Dukungan turut datang dari Polres Kuningan, Polsek Lebakwangi, Koramil Lebakwangi, PLN, serta warga sekitar. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini.

Dari hasil pendataan sementara, kerugian ditaksir mencapai Rp1,8 miliar. Api diduga berasal dari mesin pencampur cat yang mengalami gangguan. Toko yang berada di lingkungan padat penduduk itu dikelilingi rumah warga di sisi barat, utara, dan selatan, serta jalan raya di sisi timur sebuah kondisi yang membuat kecepatan respons menjadi sangat krusial.
Laporan ini kembali menegaskan besarnya peran UPT Damkar Kuningan sebagai barisan pertama yang harus merespons cepat ancaman kebakaran di wilayah padat penduduk. Dengan sumber daya yang terbatas, mereka kembali menunjukkan bahwa kecepatan, koordinasi, dan keberanian adalah faktor kunci yang menyelamatkan banyak nyawa dan mencegah api merembet lebih luas.***











Tinggalkan Balasan