KUNINGAN, (VOX) – Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Kabupaten Kuningan kembali menorehkan semangat intelektualnya melalui kegiatan Debat Gagasan Calon Ketua Cabang dan Ketua Kopri, dengan mengusung tema “Meneguhkan Spirit Pergerakan untuk Membangun Kuningan yang Berdaya dan Berintegritas.”

Acara yang berlangsung di Gedung Gabungan Organisasi Wanita (GOW) ini menjadi momentum penting bagi kader PMII untuk menegaskan jati diri pergerakan berpikir kritis, berintegritas, dan berorientasi pada kemaslahatan masyarakat.

Ketua BPK PMII Kuningan, Kirom, menyampaikan bahwa debat ini bukan sekadar adu retorika, melainkan ruang intelektual untuk menguji visi, misi, dan arah gerak para calon pemimpin PMII dan Kopri Kabupaten Kuningan ke depan. “Debat gagasan ini bukan hanya agenda formal, melainkan manifestasi nyata dari demokrasi yang berintegritas bagi lingkungan PMII. Ini adalah panggung yang kami siapkan bukan untuk adu popularitas, melainkan untuk adu gagasan, visi, dan solusi nyata atas tantangan yang akan dihadapi PMII pada masa depan kepengurusan,” ujar Kirom.

Calon Ketua Cabang Nomor Urut 1, Ihab Sihabudin, menyoroti kekuatan PMII yang terletak pada kedekatan dengan masyarakat.

Ia menegaskan pentingnya kader PMII untuk bergerak lebih dekat dan nyata terhadap persoalan sosial di sekitar mereka. “Kami percaya, kekuatan PMII terletak pada kedekatannya dengan masyarakat. Kepemimpinan saya fokus memastikan PMII tidak terjebak dalam aksi seremonial yang berdampak samar. Kita harus hadir langsung memberi solusi atas masalah-masalah riil di Kabupaten Kuningan,” ujar Ihab.

Ia menambahkan, mulai dari pendidikan hingga persoalan ekonomi menjadi fokus utama agar PMII memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.

Sementara itu, Calon Nomor Urut 2, Rizal Nurfahrozy, menekankan pentingnya PMII menjadi organisasi yang mandiri, kritis, dan progresif.

Menurutnya, kemandirian bukan sekadar berdiri sendiri, tetapi juga mampu menggerakkan kader tanpa ketergantungan pada pihak luar. “Kritis bukan hanya soal bersuara, tetapi membangun kesadaran intelektual untuk memperbaiki realitas sosial secara objektif. Progresif berarti terus bergerak maju, beradaptasi, dan menghadirkan perubahan nyata bagi masyarakat dan daerah,” tegas Rizal.

Kegiatan debat gagasan ini disambut antusias oleh kader PMII se-Kabupaten Kuningan, baik yang hadir langsung maupun melalui siaran daring.

Debat kandidat diharapkan menjadi sarana pendidikan politik dan intelektual bagi seluruh kader dalam menyiapkan kepemimpinan organisasi yang berorientasi pada nilai, gagasan, dan aksi nyata.***