VOXPOPULI.CO.ID — Kecelakaan lalu lintas yang melibatkan sepeda motor dan mobil terjadi di Jalan Desa Kertawirama, Kabupaten Kuningan, Sabtu (10/10/2026). Peristiwa tersebut menyisakan kesaksian menegangkan dari warga yang berada di sekitar lokasi.

Salah seorang saksi mata, Aiman, warga Ancaran, Kabupaten Kuningan, mengungkap detik-detik sebelum kecelakaan terjadi. Berdasarkan pengamatannya, insiden tersebut diduga bermula ketika pengendara sepeda motor berusaha menyalip kendaraan di tengah kondisi jalan yang menikung.

Menurut Aiman, manuver tersebut dilakukan ketika terdapat kendaraan dari arah berlawanan. Kondisi jalan yang menikung membuat jarak pandang pengendara menjadi terbatas sehingga situasi dengan cepat berubah menjadi berbahaya.

Di sekitar lokasi juga terdapat sebuah bus yang membutuhkan ruang cukup panjang untuk melintas. Saat sepeda motor melakukan manuver menyalip, sebuah mobil disebut muncul dari arah berlawanan.

Benturan kemudian terjadi. Pengendara sepeda motor disebut terpental akibat kecelakaan tersebut.

Aiman juga menyebut pengemudi bus ikut terdampak dalam rangkaian kejadian. Namun, keterlibatan dan posisi masing-masing kendaraan masih perlu dipastikan melalui pemeriksaan serta keterangan resmi dari pihak berwenang.

Hingga berita ini disusun, kronologi lengkap kecelakaan di Jalan Desa Kertawirama tersebut belum dapat dipastikan secara menyeluruh.

Termasuk posisi pasti masing-masing kendaraan, kecepatan kendaraan sebelum kejadian, kondisi pengendara, serta faktor lain yang diduga menjadi penyebab kecelakaan masih memerlukan verifikasi.

Keterangan saksi mata menjadi informasi awal mengenai peristiwa tersebut. Sementara itu, kepolisian diharapkan dapat memberikan penjelasan resmi terkait hasil penanganan dan penyelidikan di lokasi kejadian.

Belum terdapat keterangan terverifikasi mengenai identitas lengkap pihak-pihak yang terlibat maupun kondisi para korban.

Peristiwa tersebut kembali menjadi pengingat bagi pengguna jalan agar tidak memaksakan diri melakukan manuver menyalip ketika kondisi jalan tidak memungkinkan.

Tikungan dengan jarak pandang terbatas menjadi salah satu situasi yang membutuhkan kewaspadaan tinggi. Keberadaan kendaraan dari arah berlawanan juga dapat mempersempit ruang gerak dan meningkatkan risiko terjadinya kecelakaan.

Terlebih ketika di sekitar lokasi terdapat kendaraan berukuran besar seperti bus. Pengendara membutuhkan perhitungan yang matang sebelum melakukan manuver agar tidak membahayakan diri sendiri maupun pengguna jalan lainnya.

Keselamatan seharusnya menjadi prioritas utama. Pengendara dianjurkan memastikan kondisi jalan dan jarak pandang benar-benar aman sebelum menyalip.

Hingga kini, pihak berwenang masih menjadi rujukan utama untuk memastikan penyebab dan kronologi pasti kecelakaan tersebut. (Ugi)