KUNINGAN, (VOX) – Kunjungan kerja dalam rangka pengawasan ketahanan pangan dilakukan Anggota DPR RI Komisi XII Fraksi Partai Gerindra, Rokhmat Ardiyan, ke Gudang Bulog Bandorasa, Kabupaten Kuningan, Selasa (28/4/2024). Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh Wakil Bupati Kuningan Tuti Andriani dan Camat Cilimus Ade Bunyamin, bersama jajaran Bulog setempat.

Dalam kunjungan tersebut, Kepala Bulog Kuningan memaparkan capaian penyerapan gabah petani yang saat ini telah mencapai sekitar 160 ribu ton, dengan tambahan sekitar 57 ribu ton dalam proses. Total penyerapan ditargetkan mencapai 217 ribu ton.

Ia menjelaskan, Bulog Kuningan memiliki 10 kompleks pergudangan dengan kapasitas total 128.600 ton. Namun, keterbatasan ruang penyimpanan membuat pihaknya harus menyewa 36 gudang tambahan dengan kapasitas mencapai 90.600 ton.

“Kami memastikan penyerapan gabah dari petani terus berjalan sepanjang tahun untuk menjaga stabilitas pasokan pangan,” ujarnya.

Selain itu, Bulog juga merencanakan kerja sama dengan koperasi Merah Putih guna mendekatkan distribusi komoditas pangan kepada masyarakat.

Dalam kesempatan tersebut, Rokhmat Ardiyan menegaskan bahwa pengawasan terhadap sektor pangan merupakan bagian penting dari tugas DPR RI, terlebih dalam menghadapi tantangan global seperti ketidakpastian geopolitik dan perubahan iklim.

Ia menyebut, Indonesia saat ini memiliki cadangan beras nasional sekitar 12,5 juta ton, yang harus dijaga dengan baik demi memastikan ketahanan pangan tetap stabil.
Rokhmat juga mengapresiasi kebijakan pemerintah di bawah kepemimpinan Prabowo Subianto yang dinilai berhasil mendorong tercapainya swasembada beras setelah puluhan tahun.

“Hari ini kita melihat langsung bagaimana stok pangan dikelola. Ini penting untuk memastikan beras yang disalurkan kepada masyarakat tetap layak dan berkualitas,” ujarnya.

Namun demikian, ia turut memberikan catatan penting kepada pihak Bulog agar memperhatikan aspek keselamatan dan kesejahteraan para pekerja.

“Kita apresiasi kinerja Bulog, tetapi saya ingatkan agar para pekerja juga diperhatikan. Keselamatan dan kesejahteraan mereka adalah bagian penting dari sistem ketahanan pangan,” tegasnya.

Kunjungan ini menjadi bagian dari upaya memastikan bahwa program ketahanan pangan tidak hanya berfokus pada ketersediaan stok, tetapi juga mencakup perlindungan terhadap seluruh elemen yang terlibat di dalamnya, termasuk para pekerja di sektor logistik dan pergudangan.***