VOXPOPULI.CO.ID – Sebuah rumah di Perumahan Puri Asri, Blok B7 RT 43/RW 07, Kelurahan Ciporang, Kabupaten Kuningan, mendadak dipenuhi suasana duka, Sabtu (29/8/2026) siang.

Diding Rusgandi (71), seorang lansia yang tinggal seorang diri, ditemukan sudah tidak bernyawa di dapur rumahnya sekitar pukul 12.00 WIB.

Kabar tersebut bermula ketika adik kandungnya, Yuce (65), datang ke rumah untuk mengantarkan makanan. Seperti biasanya, keluarga secara bergantian membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari Diding yang telah hidup sendiri selama sekitar lima tahun setelah istrinya meninggal dunia.

Namun, kali ini tidak ada sahutan dari dalam rumah.

Yuce yang merasa khawatir kemudian memanggil-manggil sang kakak dari luar rumah. Karena tetap tidak mendapatkan jawaban, ia mencoba masuk dan mengecek kondisi Diding.

Langkah Yuce menuju dapur justru berujung pada penemuan yang mengejutkan. Diding ditemukan sudah terbaring di lantai dalam kondisi tidak bernyawa.

“Kaget pas saya coba mengecek ke dapur, ternyata kakak sudah tidak bernyawa,” tutur Yuce.

Keluarga kemudian meminta bantuan untuk mengevakuasi jenazah. Diding selanjutnya dibawa ke rumah sakit untuk menjalani proses pemulasaraan.

Menurut keterangan keluarga, Diding sebelumnya mengalami sakit yang berkaitan dengan kondisi lanjut usia. Pihak keluarga menyatakan telah menerima kepergian almarhum dengan ikhlas.

Kehidupan Diding dalam beberapa tahun terakhir memang berlangsung dalam kesunyian. Setelah istrinya meninggal dunia, ia harus menjalani hari-harinya seorang diri. Pasangan tersebut sebelumnya pernah dikaruniai seorang anak, tetapi buah hati mereka meninggal dunia ketika masih kecil.

Meski tinggal sendiri, Diding tidak sepenuhnya tanpa perhatian. Keluarga dan kerabat secara bergantian mengantarkan makanan dan memastikan kebutuhannya tetap terpenuhi.

“Setiap harinya untuk makan, keluarga dan kerabat mengantarkan ke rumahnya. Dulu saat almarhum masih sehat, kadang datang ke rumah saya saat akan makan,” ungkap Yuce.

Kepergian Diding turut meninggalkan kesedihan bagi keluarga. Kasno (70), adik ipar almarhum, mengaku sedih atas kepergian tersebut. Namun, keluarga memilih menerima peristiwa itu sebagai bagian dari takdir.

“Sedih, tetapi kami ikhlas,” ujar Kasno.

Jenazah Diding rencananya akan dimakamkan di Kompleks Pemakaman Puri Asri, tidak jauh dari kediamannya.

Kisah Diding menyisakan kesan mendalam bagi keluarga. Setelah kehilangan istri dan anak yang telah lebih dahulu pergi, ia menjalani tahun-tahun terakhir hidupnya seorang diri dengan perhatian dari keluarga dan kerabat.

Hingga akhirnya, pada Sabtu siang itu, sebuah panggilan yang tak kunjung mendapat jawaban menjadi awal terungkapnya kabar duka.

Diding Rusgandi meninggal dunia dalam usia 71 tahun.***