
VOXPOPULI.CO.ID – Peta Desa Linggasana kini tidak hanya menjadi gambaran batas wilayah administrasi. Melalui program kerja Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 5 Universitas Islam Al-Ihya (UNISA) Kuningan, berbagai fasilitas, situs, hingga potensi wisata di Desa Linggasana, Kecamatan Cilimus, Kabupaten Kuningan, turut dipetakan.
Pembuatan Peta Administrasi Desa Linggasana menjadi salah satu bentuk kontribusi mahasiswa selama menjalankan pengabdian di tengah masyarakat. Peta tersebut dirancang sebagai media informasi yang dapat digunakan masyarakat sekaligus membantu Pemerintah Desa Linggasana dalam mengenali kondisi dan potensi wilayah.
Ketua KKN Kelompok 5, Ozan Fauzan, mengatakan pembuatan peta dilakukan dengan sejumlah tujuan, mulai dari memberikan gambaran mengenai batas wilayah hingga mengidentifikasi berbagai fasilitas dan potensi yang dimiliki desa.
“Tujuan kami membuat peta desa yang pertama yaitu untuk mengetahui batas-batas wilayah desa. Yang kedua, mengetahui lokasi fasilitas umum dan fasilitas sosial. Yang ketiga, menampilkan kondisi dan potensi wilayah desa, termasuk potensi wisata yang ada,” ujar Ozan kepada vox, Kamis (27/08).
Berbeda dari peta administrasi yang hanya menampilkan batas wilayah, peta yang disusun mahasiswa KKN tersebut juga memasukkan sejumlah titik penting yang menjadi bagian dari kehidupan dan identitas Desa Linggasana.

Beberapa lokasi yang tercantum antara lain Kantor Kepala Desa Linggasana, SDN Linggasana, masjid, pondok pesantren, hotel, rumah kopi, villa, serta sejumlah fasilitas lainnya.
Potensi wisata dan situs yang terdapat di wilayah desa juga menjadi bagian dari pemetaan. Di antaranya jalur pendakian Gunung Ciremai via Linggasana, Situs Keramat Eyang Lingga Kusuma, Pemakaman Pinang Kerep, Open Space Gallery, serta Rumah Kopi Linggasana.
Menurut Ozan, keberadaan peta tersebut diharapkan dapat membuat masyarakat semakin mengenal wilayahnya sendiri. Di sisi lain, peta juga dapat menjadi media bagi masyarakat dari luar Desa Linggasana untuk mengetahui lokasi fasilitas sekaligus potensi yang tersedia.
“Harapan kami dengan adanya peta tersebut bisa bermanfaat bagi masyarakat. Masyarakat Desa Linggasana bisa lebih mengenal wilayah desanya, mengetahui potensi desa, dan ke depannya bisa dikembangkan lagi,” katanya.
Tak hanya untuk masyarakat, peta tersebut juga diharapkan dapat memberikan manfaat bagi Pemerintah Desa Linggasana dalam menyusun perencanaan pembangunan.
“Bagi Pemerintah Desa, peta ini juga diharapkan dapat memudahkan dalam merencanakan pembangunan dan menentukan lokasi yang strategis untuk pengembangan Desa Linggasana,” lanjut Ozan.
Dalam proses penyusunannya, mahasiswa menggunakan data Rupa Bumi Indonesia serta data citra basemap Google Hybrid. Peta tersebut menggunakan proyeksi Universal Transverse Mercator (UTM), datum World Geodetic System (WGS) 1984, dan skala 1:3.500.
Sementara itu, Kepala Desa Linggasana, Hj. Henny Rosdiana, S.H., S.Sos., M.Si., N.L.P., menyampaikan apresiasi kepada mahasiswa KKN Kelompok 5 UNISA Kuningan atas berbagai kegiatan, edukasi, dan kontribusi yang telah diberikan selama berada di Desa Linggasana.
Menurut Henny, program yang dilaksanakan mahasiswa KKN memberikan manfaat bagi masyarakat dan menjadi bagian dari kontribusi positif selama masa pengabdian.
“Mudah-mudahan adik-adik ke depannya menjadi orang-orang yang sukses, lebih maju, dan dapat mencapai keberhasilan yang lebih cepat daripada kami yang berada di desa,” ujar Henny.
Ia juga menyampaikan permohonan maaf apabila selama mahasiswa menjalankan kegiatan KKN terdapat perkataan maupun perbuatan dari pemerintah desa atau masyarakat yang kurang berkenan.
“Kami juga memohon maaf apabila selama kebersamaan ini terdapat perkataan maupun perbuatan dari kami, baik pemerintah desa maupun masyarakat, yang kurang berkenan di hati adik-adik semua,” katanya.
Henny turut menyampaikan terima kasih atas kebersamaan, edukasi, dan kontribusi mahasiswa KKN selama berada di Desa Linggasana.
“Terima kasih atas kebersamaan, edukasi, dan kontribusi yang telah diberikan untuk Desa Linggasana. Selamat melanjutkan perjalanan, semoga kita dapat bertemu kembali di lain kesempatan,” ucapnya.
Pembuatan Peta Desa Linggasana menjadi salah satu bentuk nyata kontribusi mahasiswa KKN yang manfaatnya diharapkan tidak berhenti setelah masa pengabdian selesai.
Selain menjadi media informasi mengenai batas dan kondisi wilayah, peta tersebut dapat menjadi salah satu sarana untuk memperkenalkan berbagai potensi Desa Linggasana, termasuk sektor wisata dan sejumlah lokasi yang memiliki nilai sosial maupun budaya.
Dengan tersedianya pemetaan tersebut, Desa Linggasana diharapkan semakin mudah mengenali aset dan potensinya untuk kemudian dikembangkan secara lebih terarah, baik dalam mendukung pelayanan masyarakat maupun perencanaan pembangunan desa di masa mendatang.***












Tinggalkan Balasan