
VOXPOPULI.CO.ID – Persoalan yang dikaitkan dengan travel Al-Zamzami Mekah Wisata kembali menjadi sorotan. Tidak hanya menyangkut calon jemaah umrah yang mengalami penundaan keberangkatan, persoalan lain yang disebut masih dalam proses penyelesaian juga mencakup dana jemaah haji yang gagal berangkat serta tiket penerbangan Qatar Airways dengan nilai mencapai lebih dari Rp300 juta.
Terbaru, seorang anak calon jemaah umrah asal Kecamatan Cigugur mengaku memilih menginginkan membatalkan keberangkatan dan meminta pengembalian dana atau refund setelah jadwal keberangkatannya berulang kali mengalami penundaan.
Calon jemaah tersebut mendaftarkan ayahnya untuk mengikuti perjalanan umrah pada April 2026. Berdasarkan informasi yang diterima keluarga, keberangkatan dijanjikan pada 25 Juni 2026.
Untuk perjalanan tersebut, keluarga telah membayar uang muka sebesar Rp18,5 juta dari total biaya Rp32,5 juta. Pembayaran kemudian dilunasi pada 12 Mei 2026.
“Sudah lunas, padahal dijanjikannya Juni mau berangkat,” ujar calon jemaah tersebut kepada Voxpopuli, Sabtu (22/08).

Namun, ketika jadwal keberangkatan tiba, perjalanan tidak terlaksana. Keluarga disebut mendapat penjelasan bahwa jumlah jemaah belum mencukupi sehingga keberangkatan kembali ditunda.
Kepastian baru kembali diberikan setelah keluarga mendatangi kantor travel. Mereka disebut mendapatkan informasi bahwa keberangkatan direncanakan pada September 2026.
Namun, persoalan kembali muncul ketika keluarga diminta menambah biaya sekitar Rp8,85 juta. Tambahan tersebut disebut untuk keperluan kunjungan ke Thaif dan Laut Merah.
“Harus nambah lagi dengan alasan ada kunjungan Thaif sama Laut Merah,” ungkapnya.
Keluarga kemudian mempertanyakan permintaan tambahan biaya tersebut karena menilai kunjungan ke Thaif semestinya sudah masuk dalam paket perjalanan.
“Kalau Thaif mah perasaan sudah include dari paket travel,” katanya.
Karena keberangkatan terus mengalami penundaan dan muncul permintaan tambahan biaya, keluarga akhirnya memutuskan tidak membayar tambahan tersebut.
“Kalau bisa mah dibatalin aja. Berangkat juga takut kayak kemarin,” ujarnya.
Calon jemaah tersebut juga mengaku 45 orang yang rencananya akan diberangkatkan pada September 2026, termasuk ayahnya.
“Ada 45 orang termasuk bapak saya,” katanya.
Atas kondisi tersebut, keluarga kini memilih meminta pengembalian seluruh dana yang telah dibayarkan.
“Di-refund aja,” tegasnya.
Total pembayaran yang telah dilakukan keluarga mencapai Rp32,5 juta.
Persoalan tersebut menambah panjang daftar masalah yang dikaitkan dengan Al-Zamzami. Sebelumnya, Al-Zamzami juga dikaitkan dengan persoalan jemaah haji yang gagal berangkat, dengan dana refund yang disebut hingga kini belum menemukan penyelesaian.
Selain itu, terdapat persoalan tiket penerbangan Qatar Airways dengan nilai sekitar Rp300 juta lebih yang juga disebut belum selesai.
Voxpopuli kemudian berupaya meminta penjelasan langsung kepada pihak travel terkait berbagai persoalan tersebut. Setelah beberapa kali menghubungi pihak terkait, Voxpopuli akhirnya dapat berkomunikasi dengan kuasa hukum Al-Zamzami, Desi.
Ketika dikonfirmasi mengenai persoalan tiket Qatar Airways dengan nilai lebih dari Rp300 juta tersebut, Desi menyampaikan bahwa dirinya akan terlebih dahulu melakukan komunikasi internal karena belum mengetahui secara detail persoalan tersebut.
“Nanti saya komunikasikan lagi ya Pak, saya belum begitu detail mengenai hal itu,” ujar Desi dalam komunikasi dengan Voxpopuli, Selasa (18/8/2026).
Voxpopuli kemudian kembali melakukan konfirmasi untuk mengetahui tindak lanjut penjelasan tersebut.
Desi menyampaikan bahwa dirinya akan terlebih dahulu bertemu dengan pihak terkait sebelum memberikan informasi lebih lanjut.
“Besok saya infokan lagi ya Pak, rencana besok saya mau ketemu dulu,” ujarnya, Kamis (20/8/2026).
Hingga berita ini disusun, Voxpopuli masih menunggu penjelasan lebih lanjut dari pihak Al-Zamzami maupun kuasa hukumnya mengenai persoalan tiket Qatar Airways tersebut, termasuk status dana dan proses penyelesaiannya.
Begitu pula dengan persoalan dana jemaah haji yang gagal berangkat serta permintaan refund dari calon jemaah umrah yang telah membayar penuh Rp32,5 juta.
Rangkaian persoalan tersebut menjadi perhatian karena menyangkut dana masyarakat yang telah dibayarkan untuk perjalanan ibadah. Penjelasan terbuka dari pihak travel dinilai penting untuk memberikan kepastian kepada para jemaah maupun keluarga mereka.
Voxpopuli akan terus melakukan konfirmasi dan penelusuran terhadap perkembangan persoalan tersebut, termasuk status pengembalian dana jemaah, kepastian pemberangkatan calon jemaah umrah, serta penyelesaian persoalan tiket Qatar Airways.***









Tinggalkan Balasan