KUNINGAN, (VOX) – Pemerintah Kabupaten Kuningan kembali melakukan rotasi besar terhadap jajaran Kepala UPTD Puskesmas sebagai upaya penyegaran layanan kesehatan. Sebanyak 21 kepala puskes dipindahkan ke wilayah tugas baru, sementara enam pejabat lainnya menerima tugas tambahan untuk mengisi posisi kepala puskesmas yang selama ini kosong. Pelantikan berlangsung di Aula Balai Desa Mekarsari, Kecamatan Maleber, Selasa (25/11/2025).

Pelantikan dipimpin langsung Bupati Kuningan Dr. H. Dian Rachmat Yanuar, M.Si, didampingi Wakil Bupati Tuti Andriani, Sekda U. Kusmana, Kepala BKPSDM Beni Prihayatno, dan Kadinkes dr. H. Edi Martono. Dalam arahannya, Bupati menegaskan bahwa rotasi bukan sekadar penempatan ulang, tetapi bagian dari komitmen daerah untuk meningkatkan kualitas layanan kesehatan di wilayah.

Bupati Dian menyebut masyarakat menaruh harapan besar pada puskesmas sebagai fasilitas kesehatan terdekat yang harus mampu memberikan kepastian layanan. “Ketika masyarakat datang berobat, mereka ingin mendapatkan pelayanan terbaik. Berikan layanan prima, jangan pernah membeda-bedakan pasien,” tegasnya.

Ia juga menyinggung status Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) yang kini disandang seluruh puskesmas di Kabupaten Kuningan. Status tersebut dinilai memberikan keleluasaan pengelolaan manajemen layanan sehingga inovasi lebih mudah dikembangkan. “Spirit BLUD harus melahirkan kreativitas. Semakin tinggi kepuasan pelayanan, semakin meningkat pula kesejahteraan tenaga kesehatan,” ujarnya.

Pemkab Kuningan berharap rotasi ini mampu memperkuat transformasi layanan kesehatan, memperbaiki tata kelola puskesmas, dan meratakan kualitas pelayanan di seluruh kecamatan.

Berikut daftar lengkap usulan rotasi, mutasi, dan promosi Kepala UPTD Puskesmas Kuningan tahun 2025:

  1. Abik Basyiar, dr., M.K.M. dari Cibeureum ke Windusengkahan
  2. Agus Soleh, S.Kep., Ners. dari Cilebak ke Cigaendeng
  3. Andri Sentanu, dr. dari Sukamulya ke Darma
  4. Andy Supriyadi, dr. dari Cibingbin ke Cidahu
  5. Asep Nandang Hendarsyah, dr., M.K.M. dari Cigaendeng mengisi kekosongan
  6. Asikin, dr., M.K.M. dari Mekarwangi ke Garawangi
  7. Bambang Arisabyanto, dr. dari Pasawahan ke Mandirancan
  8. Cecep Maphudi, S.Kep. Ners., M.H. dari Kalimanggis ke Derma
  9. Dede Rivana, S.Km., dr. dari Jalaksana ke Jalaksana
  10. Dian Mardiani, dr. dari Cidahu ke Cihaur
  11. Diding Wahyudin, S.Kep. Ners. dari Cimahi ke Cimahi
  12. Husein Nurojman, dr. dari Ciwaru ke Karangkancana
  13. Iar Sugiarti, S.St. dari Cipicung ke Kalimanggis
  14. Iin Arlinta, S.St. dari Cilimus ke Kramatmulya
  15. Ilah Lailasah, M.Keb. dari Kramatmulya ke Cipicung
  16. Ina Listiana, S.Farm., Apt. dari Ciniru ke Kuningan
  17. Meli Verinajana Siska, S.Tr.Keb., M.Si dari Maleber ke Maleber
  18. Nana Sutrisna, S.Kep., Ners. dari Subang ke Subang
  19. Nanay Haendrayani, S.Km., M.MKes dari Luragung ke Luragung
  20. Nurohman, SKM., MM dari Ciawigebang ke Ciawigebang
  21. Rizal Zaman’an, S.Si., Apt. dari Linggajati ke Linggajati
  22. Saepudin, S.A.P., S.Kep., Ners., MM.Kes. dari Ciwaru ke Selajambe
  23. Sri Widayati, dr. dari Lamepayung ke Sindangagung
  24. Sri Widjasuti, S.St., Bdn. dari Kuningan ke Nusaherang
  25. Tedi Arisandi, SKM dari Hantara ke Hantara
  26. Tedy Herdiadi, SKM., M.M.Kes dari Kadugede ke Kadugede
  27. Tita Ritawati, dr. dari Nusaherang ke Japara
  28. Wiwiek Dewi Savitri, dr. dari Garawangi ke Mekarwangi
  29. Yati Rochdiyawati Hadiyat, dr., MKM. dari Sindangagung ke Sukamulya
  30. Yudi Supriyadi, S.Kep., Ns. dari Japara ke Cibingbin
  31. Yuyu Yuningsih, S.St., Bdn. dari Karangkancana ke Ciwaru
  32. Dayat Sudrajat, S.Kep., Ners ditugaskan baru ke Manggari
  33. Fujjaty, dr ditugaskan baru ke Cibeureum
  34. Agus Junaedi, S.Farm., Apt dari Pasawahan ke Pasawahan
  35. Neti Kurniasari, S.ST dari Ciniru ke Ciniru
  36. Ika Sriwantika, S.Farm., Apt. dari Pancalang ke Pancalang
  37. Vini Drismayani, dr dari Lamepepayung ke Lamepepayung

Rotasi ini menjadi salah satu langkah strategis Pemkab Kuningan untuk menjaga keberlanjutan pelayanan kesehatan dan memastikan setiap puskesmas memiliki kepemimpinan yang siap menghadapi tuntutan masyarakat. Pemerintah daerah menegaskan bahwa evaluasi terhadap kinerja para kepala puskesmas akan terus dilakukan secara berkala.***