
KUNINGAN — Bupati Kuningan, Dian Rachmat Yanuar menghadiri pelantikan dan pengukuhan Dewan Pengurus Cabang Asosiasi Kepala Sekolah Indonesia (DPC AKSI) Kabupaten Kuningan masa bakti 2026–2030 yang digelar di Teras Pendopo Kuningan, Rabu (20/5/2026).
Momentum pelantikan yang bertepatan dengan Hari Kebangkitan Nasional itu disebut Bupati Dian sebagai semangat baru untuk membangkitkan dunia pendidikan di Kabupaten Kuningan.
“Momentum 20 Mei ini mudah-mudahan menjadi kebangkitan dunia pendidikan di Kabupaten Kuningan,” ujarnya dalam sambutan.
Dalam kesempatan tersebut, Dian mengaku baru mengetahui keberadaan organisasi AKSI yang kini telah terbentuk di 28 provinsi. Namun menurutnya, kehadiran organisasi tersebut menjadi energi baru untuk menyatukan seluruh elemen pendidikan tanpa sekat.
Ia menilai selama ini masih ada sekat antara sekolah di bawah pemerintah daerah, Kementerian Agama maupun pemerintah provinsi, termasuk antarjenjang pendidikan dari PAUD hingga SMA dan SMK.
“Dengan adanya AKSI ini mudah-mudahan semuanya bisa menyatu dan bersinergi membangun pendidikan di Kuningan,” katanya.

Bupati Dian juga menyoroti beratnya tugas kepala sekolah di era saat ini. Menurutnya, kepala sekolah tidak hanya bertugas sebagai pengelola pendidikan, tetapi juga harus menjadi manajer, pengelola anggaran hingga meredam berbagai persoalan yang muncul di media sosial.
“Kepala sekolah hari ini berat. Harus jadi manajer, harus jadi pawang anggaran BOS, sampai harus menghadapi isu-isu di media sosial,” ujarnya.
Ia bahkan berkelakar bahwa kepala sekolah yang rambutnya semakin memutih dan menipis merupakan tanda banyak berpikir demi sekolah yang dipimpinnya.
Selain itu, Dian mengingatkan pentingnya adaptasi teknologi di dunia pendidikan. Ia meminta para kepala sekolah tidak tertinggal dari perkembangan digital dan artificial intelligence (AI) yang kini sudah digunakan para siswa.
“Jangan sampai muridnya sudah main artificial intelligence, kepala sekolahnya masih bingung buka PDF,” ucapnya disambut tawa peserta.
Dalam sambutannya, Dian juga menegaskan pentingnya pendidikan karakter dan moralitas siswa di tengah derasnya perkembangan teknologi dan media sosial.
Menurutnya, kecerdasan akademik harus dibarengi dengan akhlak dan sopan santun agar generasi muda tidak kehilangan karakter.
“Pintar itu penting, tapi akhlak dan sopan santun jauh lebih utama,” tegasnya.
Ia turut menyoroti persoalan bullying dan kekerasan terhadap anak yang masih terjadi. Dian meminta sekolah menjadi rumah aman dan nyaman bagi para siswa.
“Jadikan sekolah rumah aman bagi anak-anak, jauh dari bullying dan perundungan,” katanya.
Tak hanya itu, Dian juga mengingatkan pentingnya kekompakan antar tenaga pendidik serta perhatian terhadap kesejahteraan guru honorer di sekolah.
Menurutnya, organisasi AKSI harus hadir bukan sekadar seremonial, tetapi menjadi mitra strategis pemerintah daerah dalam menyelesaikan berbagai persoalan pendidikan.
“AKSI harus banyak aksi nyata, bukan sekadar akting atau ramai di media sosial,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua DPC AKSI Kabupaten Kuningan, Ridha Jaya Buana yang berasal dari SMAN 1 Kadugede menyampaikan bahwa AKSI harus mampu menjadi jembatan komunikasi dan solusi bagi dunia pendidikan di Kabupaten Kuningan.
“AKSI harus bisa menjadi jawaban gap informasi yang selama ini ada dan juga harus bisa membantu pemerintah menjalankan program-program maupun mewujudkan capaiannya. Kuningan harus melesat, Jawa Barat harus istimewa dan Indonesia harus maju,” ujarnya.
Di akhir sambutan, Bupati Dian berharap seluruh pengurus DPC AKSI Kabupaten Kuningan dapat menjadi nahkoda perubahan dalam meningkatkan kualitas pendidikan di Kabupaten Kuningan.
“Momentum ini bukan hanya legalitas organisasi, tetapi tanggung jawab moral yang harus dilaksanakan demi kemajuan pendidikan,” pungkasnya.









Tinggalkan Balasan