KUNINGAN,(VOX) – Pemerintah Kabupaten Kuningan menyerahkan piagam penghargaan kepada sejumlah perangkat daerah atas capaian terbaik dalam penilaian Indeks Reformasi Birokrasi (RB) Tahun 2025. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Senin (20/04/2026) yang dirangkaikan dalam apel pagi di Halaman Setda, Komplek Islamic Center Kuningan.

Penilaian reformasi birokrasi ini merupakan hasil evaluasi terhadap kinerja perangkat daerah yang dilakukan melalui aplikasi Sistem Utama Reformasi Birokrasi Terintegrasi (SURABI). Penghargaan diberikan sebagai bentuk apresiasi atas upaya peningkatan kualitas tata kelola pemerintahan yang efektif, transparan, dan berorientasi pada pelayanan publik.

Dalam kesempatan tersebut, penghargaan diserahkan langsung oleh Bupati Kuningan, Dr. H. Dian Rachmat Yanuar, M.Si., didampingi Wakil Bupati dan Sekretaris Daerah.

Adapun perangkat daerah yang berhasil meraih peringkat terbaik dalam penilaian Indeks Reformasi Birokrasi Tahun 2025 yaitu Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) sebagai peringkat pertama dengan skor 85,04 dan predikat A (Memuaskan). Peringkat kedua diraih oleh Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) dengan skor 79,62 dan predikat BB (Sangat Baik), serta peringkat ketiga diraih oleh Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) dengan skor 75,66 dan predikat BB (Sangat Baik).

Selain itu, penghargaan juga diberikan kepada perangkat daerah dengan pencapaian akselerasi tertinggi, yaitu Dinas Perhubungan yang berhasil meningkatkan nilai indeks reformasi birokrasi dari 53,16 menjadi 75,10 atau naik sebesar 21,94 poin dengan predikat BB (Sangat Baik).

Dalam sambutannya, Bupati Dian menyampaikan, capaian ini menjadi indikator penting dalam mengukur sejauh mana birokrasi mampu menjalankan fungsi dan kewenangannya secara optimal.

“Capaian ini menunjukkan adanya kategori memuaskan, baik, hingga sangat baik. Ini menjadi tolok ukur sejauh mana para birokrat mampu memahami tugas dan kewenangannya, meningkatkan etos kerja, serta memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” ujarnya.

Lebih lanjut, Bupati mengibaratkan kualitas birokrasi seperti sebuah rumah yang harus selalu terjaga kebersihan dan kenyamanannya. Pelayanan yang baik, menurutnya, akan memberikan kesan positif dan membuat masyarakat merasa puas serta betah.

“Bayangkan seperti rumah yang bersih dan tertata, pelayanan yang diberikan membuat masyarakat senang, tamu yang datang pun merasa nyaman. Itulah gambaran birokrasi yang kita harapkan. Indeks reformasi birokrasi ini menjadi salah satu alat ukur untuk memastikan bahwa kinerja pemerintahan berjalan dengan baik dan terus mengalami peningkatan,” tambahnya.

Bupati juga menegaskan, reformasi birokrasi harus terus diperkuat sebagai bagian dari komitmen pemerintah dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang profesional, akuntabel, dan berorientasi pada kepuasan masyarakat. Bupati berharap, capaian ini dapat menjadi motivasi bagi seluruh perangkat daerah untuk terus berinovasi dan meningkatkan kualitas pelayanan publik di Kabupaten Kuningan.***