VOXPOPULI.CO.ID – Keakraban Bupati Kuningan Dr. H. Dian Rachmat Yanuar dengan mantan Wakil Bupati Kuningan M. Ridho Suganda mulai menjadi perhatian masyarakat, setelah keduanya memperlihatkan keakraban pada acara Waroeng Rakyat di Erion Space, Minggu (23/08/2026).

Kedekatan kedua tokoh tersebut bahkan memunculkan wacana mengenai kemungkinan kolaborasi politik pada Pilkada Kuningan mendatang.

Harapan itu salah satunya disampaikan Yanto, warga Kuningan yang mengaku mengidolakan sosok mantan Bupati Kuningan H. Aang Hamid Suganda, yang merupakan ayah dari M. Ridho Suganda.

Menurut Yanto, komunikasi dan keakraban antara Dian dan Ridho merupakan hal positif. Ia berharap hubungan tersebut tidak hanya sebatas kedekatan personal, tetapi dapat berkembang menjadi gagasan dan kolaborasi untuk kepentingan masyarakat Kuningan.

“Saya sebagai masyarakat Kuningan sangat mengidolakan sosok Ayahanda Ridho, Pak H. Aang Hamid Suganda. Beliau punya sejarah dan kontribusi yang cukup kuat untuk Kuningan. Karena itu, ketika melihat Dian dan Ridho akrab, tentu saya menyambutnya dengan positif,” ujar Yanto, Kamis (27/8/2026).

Meski demikian, Yanto meminta masyarakat tidak terburu-buru menarik kesimpulan mengenai arah politik keduanya. Menurutnya, keputusan mengenai pasangan dalam Pilkada masih merupakan proses yang panjang dan melibatkan dinamika partai politik.

Namun, ia menilai keakraban Dian dan Ridho cukup menarik untuk dicermati, terutama karena keduanya sama-sama memiliki pengalaman di pemerintahan dan politik Kuningan.

Yanto juga melihat adanya karakter kepemimpinan Aang Hamid Suganda dalam diri Ridho. Menurutnya, pengalaman dan keteladanan sang ayah turut membentuk karakter Ridho sebagai seorang pemimpin.

“ Saya melihat karakter kepemimpinan Pak Aang hari ini mulai menjelma dalam diri Ridho. Kemudian ibundanya yang juga pernah menjadi Bupati Kuningan tentu ikut menambah karakter kuat Ridho sebagai seorang pemimpin,” katanya.

Ia kemudian melihat perpaduan antara pengalaman Ridho dan sosok Dian yang dinilainya visioner berpotensi menjadi kombinasi menarik untuk Kuningan.

“Kalau kemudian dipadukan dengan sosok Pak Dian yang visioner, menurut saya ini bisa menjadi kombinasi yang sempurna untuk Kuningan ke depan,” ujar Yanto.

Dari harapan tersebut, muncul istilah “DIRIDHOI” yang merupakan permainan nama Dian dan Ridho. Yanto berharap keduanya suatu saat dapat bersama dalam kontestasi politik Pilkada Kuningan.

“Kalau kemudian keakraban ini berlanjut dan membawa keduanya bersama-sama di Pilkada mendatang, tentu masyarakat bisa melihatnya sebagai sesuatu yang menarik. Istilah saya, semoga nanti DIRIDHOI, Dian-Ridho,” imbuhnya.

Menurut Yanto, perbedaan latar belakang dan pengalaman justru dapat menjadi kekuatan apabila keduanya mampu disatukan dalam satu visi pembangunan.

“Dian punya pengalaman sebagai birokrat dan sekarang memimpin Kuningan. Ridho juga punya pengalaman sebagai Wakil Bupati dan pernah mengikuti kontestasi Pilkada. Kalau keduanya bisa menyatukan pengalaman dan gagasan, saya kira menarik untuk Kuningan ke depan,” tuturnya.

Meski berharap duet tersebut terwujud, Yanto menegaskan bahwa persoalan politik tetap menjadi kewenangan Dian, Ridho dan partai politik yang nantinya menentukan arah pencalonan.

“Ini baru harapan saya sebagai masyarakat. Soal pilkada mendatang seperti apa, tentu kita serahkan kepada mereka dan proses politiknya. Yang penting sekarang bekerja dulu untuk Kuningan,” ucapnya.

Wacana tersebut juga mendapat respons dari salah seorang tokoh masyarakat Kabupaten Kuningan yang enggan disebutkan namanya. Kepada Voxpopuli, ia memberikan tanggapan singkat terkait kemungkinan kolaborasi Dian dan Ridho.

“Atuh mending ini, bisa gaspol Kuningan. Ngahiji,” ujarnya.

Bagi Yanto, yang paling penting dari munculnya wacana Dian-Ridho bukan semata-mata mengenai siapa yang akan maju dalam Pilkada mendatang. Ia berharap kedekatan antartokoh dapat menjadi energi positif bagi pembangunan Kuningan.

“Kalau boleh berharap, ya semoga DIRIDHOI. Dian-Ridho bisa bersama di pilkada mendatang. Tapi sekali lagi, itu harapan masyarakat. Semoga apa pun pilihan politik mereka nanti tetap untuk Kuningan dan masyarakat Kuningan,” pungkasnya.

Untuk saat ini, wacana “DIRIDHOI” masih sebatas harapan yang muncul dari masyarakat. Belum ada pernyataan resmi dari Dian Rachmat Yanuar maupun M. Ridho Suganda mengenai kemungkinan keduanya berpasangan dalam Pilkada Kuningan mendatang.***