
VOXPOPULI.CO.ID – Kebakaran Tempat Pengolahan Sampah Akhir (TPSA) Ciniru, Kecamatan Jalaksana, Kabupaten Kuningan, yang berlangsung sejak Selasa (11/08/2026), mulai mendapat perhatian dari sisi kesehatan.
Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Kuningan mewaspadai potensi gangguan kesehatan warga akibat paparan asap kebakaran sampah yang berlangsung terus-menerus.
Kabid Pelayanan Kesehatan (Yankes) Dinkes Kabupaten Kuningan, dr. Agah Nugraha, mengatakan pihaknya telah meminta puskesmas di wilayah terdampak untuk meningkatkan pemantauan terhadap masyarakat yang terpapar asap.
“Sementara mah abdi tos nelpon Puskesmas sana untuk jaga ambulans di sana, sama nyuruh Kapus-nya supaya bidan desa yang terdampak asap melakukan monitoring, pengawasan, dan pemeriksaan,” ujar dr. Agah, Rabu (12/08/2026).
Menurutnya, potensi gangguan kesehatan akibat asap sangat bergantung pada jenis asap yang terhirup. Dinkes belum dapat memastikan kandungan asap dari kebakaran TPSA tersebut sehingga dampaknya terhadap kesehatan masih perlu dipantau.

“Kalau asap kan teu bisa jawab, nyaho asapna ge jenisna naon teu bisa jawab gitu. Bisi keracunan kek, atau ISPA kek. Kalau terus-terusan mah engke jadinya ISPA,” katanya.
dr. Agah menjelaskan, paparan asap dalam waktu lama menjadi salah satu faktor yang perlu diwaspadai. Terlebih, asap dari kebakaran sampah dapat menyebar mengikuti arah angin dan tidak hanya berdampak pada warga yang tinggal di sekitar lokasi kebakaran.
“Kalau seharian, dua hari dengan asap yang terus-terusan mah bisa ISPA atuh,” ujarnya.
Sebagai langkah mitigasi, Dinkes telah mengarahkan Puskesmas Jalaksana agar bidan desa melakukan monitoring dan pemeriksaan terhadap warga di desa-desa yang wilayahnya terdampak asap.
Langkah tersebut dilakukan karena penyebaran asap tidak selalu berada di satu titik. Dinkes meminta pemantauan dilakukan berdasarkan wilayah yang terdampak pergerakan asap.
“Asapna ka mana-mana nya, jadi ulah hanya di dinya. Asapna ka mana eta di-monitoring terus,” kata dr. Agah.
Ia meminta laporan dari puskesmas apabila ditemukan warga yang mengalami gangguan kesehatan, terutama apabila kondisinya membutuhkan penanganan lebih lanjut hingga harus dirujuk.
“Ya mungkin contohnya ya pada kejadian lah, terutama jika ada yang sampai dirujuk,” ujarnya.
Untuk penanganan, dr. Agah mengatakan warga yang mengalami ISPA biasa dapat diberikan pengobatan. Namun, apabila muncul gejala lebih berat, warga akan mendapatkan penanganan lanjutan dan dapat dirujuk ke fasilitas kesehatan.
“Kalau ISPA biasa ya paling kita kasih obat. Tapi kalau sampai sesak berat, apalagi disertai gejala-gejala lain seperti pusing, mual, muntah, ya kita rujuk lah,” jelasnya.
Dinkes Kuningan memastikan pemantauan terhadap warga terdampak akan terus dilakukan melalui puskesmas dan bidan desa. Laporan akan menjadi dasar untuk menentukan langkah penanganan apabila ditemukan masyarakat yang mengalami gangguan kesehatan akibat paparan asap.
Kebakaran TPSA Ciniru menjadi perhatian karena asap yang dihasilkan menyebar ke sejumlah wilayah di sekitar lokasi. Dengan kebakaran yang telah berlangsung sejak malam sebelumnya, pemantauan kesehatan masyarakat menjadi salah satu langkah penting untuk mengantisipasi dampak paparan asap, khususnya risiko ISPA dan gangguan kesehatan lainnya.***












Tinggalkan Balasan