
VOXPOPULI.CO.ID – Penguatan ketahanan keluarga, peningkatan kualitas kesehatan masyarakat, serta percepatan penurunan stunting menjadi fokus utama dalam kegiatan Bina Wilayah (Binwil) Tim Penggerak PKK Kabupaten Kuningan yang berlangsung di Aula Kelurahan Citangtu, Kecamatan Kuningan, Selasa (9/6/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Kuningan, Ela Helayati, beserta jajaran pengurus, unsur Forkopimcam, perangkat kecamatan, kepala desa dan lurah, kader PKK, serta berbagai unsur kelembagaan masyarakat.
Dalam sambutannya, Camat Kuningan menegaskan bahwa kegiatan Bina Wilayah tidak hanya menjadi sarana evaluasi dan pembinaan organisasi PKK, tetapi juga menjadi ruang strategis untuk memperkuat sinergi antara pemerintah, kader PKK, dan masyarakat dalam mengimplementasikan 10 Program Pokok PKK.
Menurutnya, keberhasilan pembangunan daerah tidak dapat dilepaskan dari peran keluarga sebagai unit sosial terkecil yang menjadi fondasi pembangunan manusia. Oleh karena itu, penguatan ketahanan keluarga, peningkatan kesehatan ibu dan anak, pengentasan kemiskinan, serta pemberdayaan ekonomi keluarga harus menjadi perhatian bersama.
“Gerakan PKK memiliki peran strategis sebagai mitra pemerintah dalam memberdayakan keluarga dan membangun masyarakat. Karena itu, saya mengajak seluruh kader untuk terus menjaga semangat kebersamaan dan menjadikan 10 Program Pokok PKK sebagai pedoman dalam aktivitas sehari-hari,” ujarnya.

Ia juga memaparkan sejumlah indikator kesehatan di Kecamatan Kuningan yang mencakup 16 desa dan kelurahan dengan jumlah penduduk mencapai 117.980 jiwa dan 39.575 kepala keluarga. Saat ini terdapat 112 Posyandu yang tersebar di wilayah kecamatan, terdiri dari 25 Posyandu Madya, 16 Posyandu Purnama, dan 71 Posyandu Mandiri.
Dari total 5.714 balita yang tercatat, terdapat 340 anak yang mengalami stunting, 211 anak wasting, 408 anak underweight, 11 anak gizi kurang, dan tiga anak gizi buruk. Meski demikian, Kecamatan Kuningan saat ini tidak termasuk wilayah lokus stunting dan persentase balita dengan indikasi masalah gizi masih berada di bawah 15 persen dari total populasi balita.
Untuk mempercepat penanganan persoalan tersebut, Pemerintah Kecamatan Kuningan terus melakukan berbagai langkah strategis, di antaranya optimalisasi layanan Posyandu dan Posbindu, revitalisasi Posyandu di delapan desa dan kelurahan, peningkatan sarana prasarana kesehatan dasar, serta penguatan ekonomi keluarga melalui keterlibatan aktif kader PKK dalam berbagai program pemberdayaan masyarakat.
Sementara itu, Ketua TP PKK Kabupaten Kuningan, Ela Helayati, menekankan bahwa kegiatan Bina Wilayah harus dimaknai sebagai momentum memperkuat kualitas keluarga sekaligus mempererat silaturahmi antar kader PKK di seluruh wilayah Kabupaten Kuningan.
Menurutnya, ketahanan keluarga merupakan kemampuan keluarga untuk tetap kuat, harmonis, dan adaptif dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan. Keluarga yang memiliki ketahanan yang baik tidak hanya mampu memenuhi kebutuhan ekonomi, tetapi juga mampu menjaga kesehatan, memberikan pengasuhan yang berkualitas, serta menciptakan lingkungan yang mendukung tumbuh kembang anak.
“Ketahanan keluarga adalah kondisi keluarga yang mampu bertahan, kuat, dan seimbang dalam menghadapi berbagai masalah kehidupan. Keluarga yang memiliki ketahanan adalah keluarga yang rukun, saling menyayangi, mampu memenuhi kebutuhan dasar, menjaga kesehatan, serta mampu mendidik anak-anak dengan baik,” kata Ela.
Ia juga mengajak seluruh kader untuk terus mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya menjaga kebersihan lingkungan sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas kesehatan keluarga. Menurutnya, kebiasaan sederhana seperti mengelola dan memilah sampah dari rumah dapat memberikan dampak besar terhadap kesehatan masyarakat.
Selain itu, Ela menyoroti pentingnya pendidikan anak usia dini sebagai investasi pembangunan sumber daya manusia. Ia menjelaskan bahwa usia PAUD merupakan masa emas atau golden age yang sangat menentukan perkembangan anak di masa depan.
Karena itu, dukungan terhadap program Pendidikan Anak Usia Dini Holistik Integratif (PAUD HI) perlu terus diperkuat agar anak-anak memperoleh layanan pendidikan, kesehatan, gizi, pengasuhan, dan perlindungan secara menyeluruh.
Dalam kesempatan tersebut, Ela juga mengingatkan pentingnya peran kader PKK dalam percepatan penurunan stunting. Menurutnya, stunting bukan sekadar persoalan tinggi badan anak, melainkan berkaitan langsung dengan perkembangan otak, kualitas kesehatan, dan daya saing generasi mendatang.
“Peran kader PKK sangat penting untuk terus mengedukasi masyarakat tentang pentingnya gizi seimbang, pemeriksaan kehamilan secara rutin, pemberian ASI eksklusif, pemantauan tumbuh kembang anak di Posyandu, serta menjaga kebersihan lingkungan dan sanitasi,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia mengajak seluruh kader untuk mengimplementasikan 10 Program Pokok PKK melalui langkah nyata seperti penguatan pola asuh anak di era digital, pemanfaatan pekarangan rumah, penguatan layanan Posyandu, serta pengembangan inovasi sesuai potensi masing-masing desa dan kelurahan.
Menurut Ela, keberhasilan gerakan PKK sangat ditentukan oleh kolaborasi lintas sektor yang melibatkan pemerintah kecamatan, pemerintah desa, fasilitas kesehatan, satuan pendidikan, serta seluruh elemen masyarakat.
“Menjadi kader PKK adalah bentuk pengabdian yang luar biasa. Ini adalah kerja dari hati yang penuh keikhlasan. Mari kita bergerak bersama memperkuat keluarga, menjaga lingkungan, mencegah stunting, dan menyiapkan generasi masa depan yang unggul untuk Kabupaten Kuningan yang maju dan sejahtera,” tuturnya.
Kegiatan Bina Wilayah di Kelurahan Citangtu tersebut diharapkan mampu memperkuat kapasitas kelembagaan PKK sekaligus meningkatkan efektivitas program pemberdayaan keluarga di tingkat akar rumput. Melalui sinergi yang berkelanjutan, PKK diharapkan tetap menjadi garda terdepan dalam mendukung pembangunan manusia yang berkualitas dan berkelanjutan di Kabupaten Kuningan.***












Tinggalkan Balasan