
VOXPOPULI.CO.ID – Pengurus Koordinator Cabang (PKC) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Jawa Barat menggelar Rapat Kerja Daerah (Rakerda) di Kabupaten Pangandaran, Juni 2026. Kegiatan tersebut dirangkaikan dengan aksi penanaman 1.000 pohon mangrove serta dialog publik yang membahas pengembangan pariwisata ekologis maritim berkelanjutan.
Rangkaian kegiatan ini menjadi bagian dari upaya PMII Jawa Barat untuk memperkuat konsolidasi organisasi sekaligus menunjukkan kepedulian terhadap isu lingkungan dan pembangunan daerah yang berkelanjutan.
Ketua PKC PMII Jawa Barat, Rusli Hermawan, mengatakan Rakerda menjadi forum strategis dalam merumuskan arah kebijakan organisasi, menyusun program kerja, serta memperkuat sinergi antar pengurus di tingkat Jawa Barat.
Menurutnya, PMII harus mampu menghadirkan program-program yang relevan dengan kebutuhan kader maupun tantangan sosial yang berkembang di tengah masyarakat.
“RAKERDA bukan hanya ruang evaluasi dan perencanaan organisasi, tetapi juga momentum memperkuat komitmen kader PMII untuk terus hadir memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat Jawa Barat,” ujar Rusli, Sabtu (06/06).

Selain agenda organisasi, PMII Jawa Barat juga melakukan penanaman 1.000 pohon mangrove di kawasan pesisir Pangandaran. Kegiatan tersebut melibatkan kader PMII, pemerintah daerah, komunitas lingkungan, hingga masyarakat setempat.
Aksi penanaman mangrove ini diharapkan mampu memberikan dampak positif terhadap pelestarian ekosistem pesisir, mengurangi risiko abrasi pantai, serta mendukung upaya mitigasi perubahan iklim.
Tidak hanya itu, kegiatan tersebut juga menjadi sarana edukasi bagi masyarakat mengenai pentingnya menjaga keseimbangan lingkungan, khususnya di wilayah pesisir yang menjadi salah satu aset utama Kabupaten Pangandaran.
Setelah penanaman mangrove, kegiatan dilanjutkan dengan dialog publik bertema “Mewujudkan Pangandaran sebagai Destinasi Pariwisata Ekologis Maritim yang Berkelanjutan dan Mendunia.”
Tema tersebut dipilih karena Pangandaran dinilai memiliki potensi besar dalam sektor pariwisata berbasis sumber daya alam dan kelautan. Keindahan pantai, kekayaan ekosistem laut, serta sektor wisata yang terus berkembang menjadikan daerah ini memiliki peluang besar untuk menjadi destinasi unggulan di tingkat nasional maupun internasional.
Melalui dialog publik tersebut, PMII Jawa Barat berupaya mendorong lahirnya berbagai rekomendasi strategis untuk pengembangan pariwisata yang tidak hanya berorientasi pada peningkatan jumlah kunjungan wisatawan, tetapi juga memperhatikan aspek keberlanjutan lingkungan dan kesejahteraan masyarakat lokal.
Beberapa isu yang menjadi fokus pembahasan meliputi pelestarian kawasan pesisir dan laut, penguatan ekonomi masyarakat lokal melalui keterlibatan UMKM dan nelayan, pembangunan pariwisata berkelanjutan, peningkatan daya saing destinasi wisata, serta penguatan kolaborasi antara pemerintah, akademisi, pelaku usaha, organisasi kepemudaan, dan masyarakat.
Dialog publik tersebut menghadirkan sejumlah narasumber dari unsur pemerintah daerah, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Jawa Barat, pelaku sektor kelautan dan perikanan, tokoh masyarakat, hingga generasi muda.
Salah satu narasumber yang hadir adalah Jeje Wiradinata yang turut memberikan pandangan terkait penguatan sektor maritim dan peran masyarakat pesisir dalam pembangunan daerah.
PKC PMII Jawa Barat menegaskan bahwa organisasi kader tidak hanya berfokus pada penguatan internal, tetapi juga harus aktif mengambil peran dalam menjawab berbagai persoalan masyarakat, termasuk isu lingkungan dan pembangunan berkelanjutan.
Melalui Rakerda, penanaman mangrove, dan dialog publik tersebut, PMII Jawa Barat berharap dapat berkontribusi dalam mewujudkan Pangandaran sebagai destinasi pariwisata kelas dunia yang tetap berpijak pada kelestarian lingkungan, kesejahteraan masyarakat, serta tata kelola pembangunan yang berkelanjutan.***












Tinggalkan Balasan