
Oleh : Izzatun Nawawi (Mahasiswa PGSD UM Kuningan)
KUNINGAN,(VOX) – Peringatan Hari Pendidikan Nasional kembali menjadi refleksi penting bagi seluruh elemen bangsa untuk menegaskan peran strategis pendidikan sebagai fondasi utama dalam membangun peradaban. Pendidikan tidak semata-mata berfungsi sebagai sarana transfer ilmu pengetahuan, tetapi juga memiliki tanggung jawab besar dalam membentuk karakter serta nilai-nilai kemanusiaan.
Dalam pandangan akademisi, pendidikan ideal harus mampu menyeimbangkan antara kecerdasan intelektual dan pembentukan kepribadian. Hal ini menjadi krusial di tengah perubahan zaman yang semakin cepat dan kompleks.
Namun demikian, realitas di lapangan menunjukkan adanya tantangan serius yang dihadapi dunia pendidikan. Berbagai kebijakan yang muncul belakangan ini kerap memunculkan kekhawatiran, terutama ketika arah kebijakan dinilai belum sepenuhnya berpihak pada peningkatan kualitas pendidikan secara menyeluruh.
Pendidikan kerap berada pada posisi rentan, bahkan berpotensi terdampak oleh kebijakan yang lebih berorientasi pada kebutuhan jangka pendek. Salah satu isu yang mengemuka adalah wacana penyesuaian hingga penghapusan sejumlah program studi pendidikan yang dianggap kurang relevan dengan kebutuhan industri.

Fenomena ini menimbulkan pertanyaan mendasar mengenai arah pendidikan nasional. Apakah pendidikan akan sepenuhnya diarahkan untuk memenuhi kebutuhan pasar kerja, atau tetap mempertahankan perannya sebagai sarana pembentukan manusia yang utuh, berkarakter, dan berdaya saing?
Keseimbangan antara dua kepentingan tersebut menjadi kunci utama. Di satu sisi, pendidikan memang harus adaptif terhadap perkembangan industri dan kebutuhan dunia kerja. Namun di sisi lain, pendidikan tidak boleh kehilangan esensinya sebagai proses pembentukan nilai, etika, dan identitas kebangsaan.
Momentum Hari Pendidikan Nasional diharapkan mampu menjadi pengingat bagi para pemangku kebijakan untuk menempatkan pendidikan sebagai prioritas utama pembangunan. Kebijakan yang dihasilkan tidak hanya perlu menjawab kebutuhan saat ini, tetapi juga harus berorientasi pada keberlanjutan kualitas generasi bangsa di masa depan.
Dengan demikian, pendidikan tidak hanya melahirkan sumber daya manusia yang siap kerja, tetapi juga individu yang memiliki integritas, karakter kuat, serta kepedulian terhadap masyarakat dan bangsa.***








Tinggalkan Balasan