KUNINGAN,(VOX) – Pembangunan Jembatan Perintis Garuda Tahap III yang melintasi Sungai Leuwi Limeng di Desa Cikubangsari, Kecamatan Kramatmulya, Kabupaten Kuningan, terus menunjukkan progres. Hingga Jumat (1/5/2026), capaian pekerjaan tercatat telah mencapai 28,15 persen.

Kegiatan pembangunan ini berada dalam pengawasan wilayah Kodim 0615/Kuningan melalui Babinsa Cikubangsari/Pajambon, Kopka Ehon. Proyek yang mulai dikerjakan sejak 1 April 2026 ini ditujukan untuk meningkatkan aksesibilitas masyarakat setempat, khususnya bagi 2.961 jiwa atau 987 kepala keluarga yang menjadi penerima manfaat.

Secara teknis, jembatan yang dibangun memiliki panjang 15 meter dengan lebar 1,2 meter dan daya dukung hingga 4,2 ton. Infrastruktur ini dirancang melintasi sungai dengan lebar sekitar 10 meter dan kedalaman air normal berkisar 1 hingga 3 meter. Tinggi konstruksi jembatan mencapai 3 meter untuk mengantisipasi potensi kenaikan debit air saat musim hujan.

Dari sisi progres pekerjaan, pengadaan atau droping material telah mencapai 73,1 persen. Beberapa material utama seperti batu pecah dan bekisting kayu bahkan telah terpenuhi 100 persen, sementara besi mencapai 93 persen dan pasir 82,6 persen. Namun, beberapa item seperti cat dan sejumlah pekerjaan lanjutan masih belum terealisasi.

Pada tahap konstruksi, pekerjaan lantai beton jembatan dan rambatan jalan sudah mencapai 84 persen, dengan pembesian hampir rampung di angka 92 persen serta proses pengecoran yang kini berada di 60 persen. Sementara itu, pengerjaan peninggian Tembok Penahan Tanah (TPT) baru menyentuh 40 persen.

Adapun pekerjaan lain seperti pemasangan gelagar baja, pembatas jembatan, hingga pengecatan dan pemasangan prasasti masih belum dimulai.

Dalam pelaksanaannya, proyek ini melibatkan 6 personel TNI, 2 tenaga konsultan, serta 10 warga setempat yang turut berpartisipasi. Kondisi cuaca selama pelaksanaan pada hari pelaporan terpantau relatif mendukung, dengan cuaca cerah pada pagi hingga siang hari, meski menjelang sore mulai berawan.

Situasi di lokasi pembangunan juga dilaporkan aman dan terkendali, sehingga aktivitas pekerjaan dapat berjalan sesuai rencana tanpa hambatan berarti.

Pembangunan jembatan ini diharapkan mampu menjadi solusi jangka panjang bagi mobilitas warga, terutama dalam mendukung aktivitas ekonomi, pendidikan, dan akses layanan dasar di wilayah tersebut.***