KUNINGAN,(VOX) – Laga krusial antara Persib Bandung melawan Arema FC di Stadion Gelora Bandung Lautan Api, Jumat (24/4/2026), bukan sekadar pertandingan biasa. Duel ini menjelma menjadi ujian mental sekaligus momentum penentu bagi Maung Bandung dalam menjaga asa juara Liga 1 musim 2025/2026.

Di tengah tekanan besar tersebut, dukungan suporter justru mengalir deras. Sekitar 120 Bobotoh yang tergabung dalam Viking Distrik Kuningan (VDK) berangkat langsung ke Bandung, membawa harapan dan energi positif untuk tim kebanggaan mereka.

Ketua VDK, Buddy Abuy, menilai atmosfer jelang laga kali ini berbeda dibandingkan pertandingan sebelumnya. Menurutnya, situasi klasemen membuat setiap laga kini terasa seperti final.

“Ini bukan sekadar away biasa. Ini fase penentuan. Persib sedang diuji bukan cuma secara teknis, tapi juga mental bertanding,” ujarnya.

Dari sudut pandang suporter, perjalanan ke stadion bukan hanya tentang hadir secara fisik, melainkan bagian dari upaya menjaga semangat tim tetap menyala di tengah tekanan kompetisi. Hal ini diamini Koordinator Tour VDK, Ubed.

Ia menyebut, lonjakan antusiasme suporter terjadi karena kesadaran bahwa setiap poin kini sangat menentukan nasib Persib di papan atas.

“Banyak yang ingin berangkat karena semua sadar ini momen krusial. Dukungan langsung di stadion bisa jadi pembeda,” katanya.

Namun di balik euforia tersebut, persoalan klasik kembali muncul, yakni keterbatasan distribusi tiket. Kuota yang terbatas memaksa sebagian Bobotoh mencari alternatif pembelian secara mandiri melalui jalur daring.

Di sisi teknis, Persib datang dengan catatan yang belum sepenuhnya meyakinkan usai ditahan imbang Dewa United. Sempat tertinggal dua gol, Persib menunjukkan karakter dengan bangkit dan mengamankan satu poin—sebuah sinyal kuat, namun juga peringatan bahwa konsistensi masih perlu dijaga.

Sebaliknya, Arema FC membawa kepercayaan diri tinggi usai meraih kemenangan atas Persis Solo. Kondisi ini membuat pertandingan diprediksi berlangsung dalam tensi tinggi, baik di lapangan maupun di tribun.

Pengamat menilai, laga ini akan lebih banyak ditentukan oleh kekuatan mental dan kemampuan mengelola tekanan dibanding sekadar strategi permainan. Dalam situasi seperti ini, peran suporter menjadi elemen yang tak bisa diabaikan.

Bagi Bobotoh Kuningan, keberangkatan mereka bukan hanya bentuk loyalitas, tetapi juga simbol keyakinan bahwa Persib mampu melewati fase kritis ini.

“Kalau mau juara, ini momen pembuktiannya. Kita kawal sampai akhir,” tegas Ubed.

Dengan persaingan papan atas yang semakin ketat, duel di GBLA akan menjadi salah satu penentu arah perburuan gelar. Dukungan penuh dari tribun diharapkan mampu menjadi dorongan tambahan bagi Persib untuk tetap berada di jalur kemenangan.***