
KUNINGAN, (VOX) – Wacana pembangunan stasiun kereta api di Kabupaten Kuningan kembali menguat. Hal itu mencuat saat Bupati Kuningan Dian Rachmat Yanuar memberikan keterangan kepada awak media usai membuka program mudik balik gratis di Terminal Kertawangunan, Rabu (25/03/2026).
Dalam kesempatan tersebut, Dian menyampaikan apresiasi terhadap program mudik gratis yang digagas pemerintah pusat melalui Kementerian Perhubungan. Ia menilai program ini sangat membantu masyarakat Kuningan yang dikenal memiliki tingkat perantau cukup tinggi.
“Ini sangat bermanfaat bagi masyarakat kami karena hampir 30 persen warga Kuningan adalah perantau. Mobilitasnya tinggi, apalagi menjelang Lebaran,” ujar Dian.
Ia menambahkan, program tersebut hadir di waktu yang tepat, yakni sebelum dan sesudah puncak arus mudik, sehingga mampu mengurai kepadatan sekaligus memberi kemudahan bagi warga.
“Pemerintah hadir di tengah kebutuhan masyarakat. Ini bukan hanya soal transportasi, tapi juga bentuk perhatian nyata,” katanya.

Di sisi lain, Dian juga menanggapi fenomena tingginya angka perantau dari Kuningan. Menurutnya, hal tersebut bukan semata karena keterbatasan lapangan kerja, tetapi juga faktor budaya yang telah mengakar.
“Merantau itu sudah menjadi karakter masyarakat Kuningan dari dulu. Tapi bukan berarti lapangan kerja tidak ada. Tahun ini kita dorong investasi, termasuk rencana pabrik sepatu yang akan menyerap ribuan tenaga kerja,” jelasnya.
Isu infrastruktur menjadi sorotan lain dalam wawancara tersebut. Dian mengungkapkan bahwa rencana pembangunan jalan tol yang melintasi wilayah Kuningan sudah masuk tahap perencanaan pemerintah pusat, khususnya dalam pengembangan kawasan Rebana.
“Rencananya mulai 2028 sampai 2030. Jalur tol akan membelah Kuningan dari arah Cirebon menuju Tasikmalaya dan sekitarnya. Ini akan membuka akses dan mempercepat pertumbuhan ekonomi daerah,” ungkapnya.
Namun yang paling menarik perhatian adalah harapan hadirnya stasiun kereta api di Kuningan. Dian mengaku telah menyampaikan aspirasi tersebut ke pemerintah pusat, meski belum menjadi prioritas utama.
“Ya, saya pengennya seperti itu. Mudah-mudahan saja ada kebijakan pusat. Kalau Kuningan punya jalur kereta, itu luar biasa. Selain akses, juga bisa jadi kebanggaan daerah karena pemandangannya indah,” ujarnya.
Ia menegaskan, meski belum ada kepastian terkait pembangunan stasiun, pemerintah daerah tetap membuka peluang dan terus mendorong agar Kuningan bisa terhubung dengan jaringan transportasi nasional yang lebih luas.
“Yang pasti, kita sambut semua peluang yang bisa mendorong kemajuan Kuningan,” katanya.
Program mudik balik gratis sendiri menjadi salah satu bukti nyata sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam menjawab kebutuhan masyarakat, terutama di momen Lebaran yang identik dengan mobilitas tinggi.***












Tinggalkan Balasan