KUNINGAN, (VOX) – Tanah longsor terjadi di wilayah Desa Pajambon, Kabupaten Kuningan, setelah curah hujan tinggi mengguyur kawasan tersebut selama beberapa hari terakhir. Peristiwa ini menyebabkan material longsoran menutupi saluran air papalidan yang berada di kawasan objek wisata Pakuwon, sehingga aliran air menuju area pertanian dan pemukiman warga terganggu.

Kuwu Pajambon Nani menjelaskan bahwa titik utama longsoran berada di aliran Sungai Cilengkrang B yang merupakan jalur aliran air menuju lahan pertanian dan pemukiman masyarakat. Akibat kejadian tersebut, kerugian materil ditaksir mencapai sekitar dua puluh juta rupiah.

“Material longsor sampai menutupi saluran air papalidan di kawasan wisata Pakuwon. Aliran Sungai Cilengkrang B ini menuju ke area pertanian dan pemukiman, jadi dampaknya cukup terasa,” ujar Nani kepada vox, Rabu (31/12).

Penyebab terjadinya longsor tersebut ditenggarai akibat curah hujan yang tinggi yang mengguyur wilayah Desa Pajambon dalam beberapa hari terakhir. Kondisi tersebut menyebabkan kandungan air di dalam tanah menjadi jenuh sehingga daya ikat tanah melemah dan memicu terjadinya pergerakan tanah di sekitar aliran sungai dan kawasan wisata.

Berdasarkan dokumentasi di lapangan, tampak material longsoran berupa batu berukuran besar hingga kecil disertai pepohonan yang ikut terseret dan menumpuk di area saluran air, memperparah penyumbatan aliran papalidan.

Sebagai langkah awal penanganan, pemerintah desa bersama masyarakat akan melakukan kerja bakti dengan fokus pada pembersihan material longsor serta pemotongan pohon-pohon yang berada di titik rawan longsor. Langkah tersebut dilakukan sebagai upaya mitigasi sementara mengingat kondisi cuaca diperkirakan masih berpotensi hujan hingga beberapa waktu ke depan.

“Untuk sementara kami lakukan penanganan darurat, termasuk motong pohon-pohon di area candak longsor. Insya Allah besok akan mulai dikerjabaktikan,” tutupnya.***