KUNINGAN, (VOX) – Anggota DPR RI Fraksi Gerindra Komisi XII H. Rokhmat Ardiyan menegaskan komitmennya untuk terus mengawal peran strategis Muhammadiyah dalam membangun kesejahteraan masyarakat, bangsa, dan negara. Komitmen tersebut disampaikan dalam sambutan pada peringatan Milad ke-113 Muhammadiyah yang digelar di Universitas Muhammadiyah Kuningan, Sabtu (20/12/2025).

Kegiatan tersebut turut dihadiri Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia Abdul Mu’ti, Bupati Kuningan Dian Rachmat Yanuar, pimpinan DPRD, unsur Forkopimda, pimpinan Muhammadiyah pusat dan daerah, civitas akademika, serta tokoh masyarakat Kabupaten Kuningan.

Dalam sambutannya, Rokhmat Ardiyan menyampaikan apresiasi atas kontribusi besar Muhammadiyah yang selama lebih dari satu abad konsisten hadir di tengah masyarakat melalui dakwah, pendidikan, kesehatan, dan pengabdian sosial. Ia menegaskan bahwa Muhammadiyah merupakan aset bangsa yang perannya nyata dan terukur.

“Muhammadiyah telah membuktikan bahwa beragama tidak cukup hanya dengan berdoa, tetapi juga harus bekerja. Tidak cukup hanya iman, tetapi harus memberi manfaat,” tegas Rokhmat Ardiyan.

Ia juga menyampaikan kebanggaannya terhadap Universitas Muhammadiyah Kuningan yang dinilainya memiliki potensi besar untuk terus berkembang menjadi perguruan tinggi unggulan. Menurutnya, kampus tersebut telah melahirkan banyak tokoh dan profesional yang berkontribusi bagi daerah dan bangsa.
“Saya punya mimpi besar, suatu saat Universitas Muhammadiyah Kuningan bisa berkembang seperti universitas-universitas Muhammadiyah besar di Jawa Timur, dengan mahasiswa puluhan ribu dan fasilitas yang semakin lengkap, bahkan memiliki Fakultas Kedokteran,” ujarnya.

Rokhmat Ardiyan turut menyoroti kekuatan Muhammadiyah secara nasional yang memiliki ratusan perguruan tinggi, rumah sakit, dan aset besar yang seluruhnya diabdikan untuk kepentingan umat. Ia menilai hal tersebut sebagai bukti bahwa Muhammadiyah sejak awal berdiri memang dirancang untuk menjadi gerakan pencerahan bagi bangsa.

Dalam kapasitasnya sebagai anggota Komisi XII DPR RI, Rokhmat Ardiyan juga menegaskan kesiapan dirinya untuk mengawal kebijakan strategis, termasuk Undang-Undang Mineral dan Batubara yang membuka peluang organisasi kemasyarakatan keagamaan untuk terlibat dalam pengelolaan sumber daya alam.
“Insya Allah saya siap mengawal di Komisi XII agar kebijakan ini benar-benar bermuara pada kesejahteraan Muhammadiyah, masyarakat, bangsa, dan negara. Sumber daya alam tidak boleh hanya dikuasai segelintir orang,” katanya.

Pada kesempatan yang sama, ia mengapresiasi kehadiran Menteri Dikdasmen Abdul Mu’ti yang menurutnya menjadi simbol kuat sinergi antara negara dan Muhammadiyah dalam membangun kualitas pendidikan nasional. Ia juga memuji Pemerintah Kabupaten Kuningan atas berbagai program pembangunan yang dinilai mampu mendorong pertumbuhan ekonomi daerah dan membuka lapangan kerja.
Menutup sambutannya, Rokhmat Ardiyan menegaskan bahwa Muhammadiyah bukan milik satu golongan, melainkan milik umat dan aset bangsa Indonesia.

“Muhammadiyah adalah pejuang bangsa. Semoga Allah SWT senantiasa membimbing langkah Muhammadiyah dan menjadikannya cahaya bagi Indonesia hari ini dan masa depan,” pungkasnya.***