BANDUNG, (VOX) – Pertumbuhan ekonomi Kabupaten Kuningan kembali mencatatkan prestasi membanggakan. Dalam Rapat Koordinasi Sekda se-Jawa Barat yang digelar Kamis (13/11/2025) di Aula Soehoed Warnaen Bappeda Jawa Barat, Sekretaris Daerah Jawa Barat, Dr. Herman Suryatman, memberikan apresiasi langsung kepada Pemerintah Kabupaten Kuningan atas capaian pertumbuhan ekonomi tertinggi di Jawa Barat dan Pulau Jawa.

Berdasarkan rilis Badan Pusat Statistik (BPS), pertumbuhan ekonomi Kuningan pada Triwulan II Tahun 2025 mencapai 10,41 persen, jauh di atas rata-rata provinsi Jawa Barat yang berada di angka 5,2 persen dan melampaui berbagai daerah industri besar.

“Kabupaten Kuningan menunjukkan kinerja terbaik di pertumbuhan ekonomi. Ini berarti government spending-nya bagus, investasinya juga bagus,” ujar Sekda Jabar Herman Suryatman dalam rakor tersebut.

Kuningan bahkan berada di atas Kabupaten Majalengka (9,01%) dan Kabupaten Cirebon (7,01%), mengukuhkan posisinya sebagai daerah dengan laju pertumbuhan ekonomi tertinggi di Jawa Barat.

Sekretaris Daerah Kabupaten Kuningan, Uu Kusmana, menyampaikan rasa syukur atas capaian tersebut dan menegaskan bahwa pertumbuhan dua digit ini menempatkan Kuningan sejajar bahkan di atas daerah-daerah besar seperti Kabupaten Bekasi, Kota Bandung, hingga Kabupaten Karawang.

“Ini bukan sekadar angka, tetapi hasil kerja bersama masyarakat Kuningan dari berbagai sektor,” ungkapnya.

Laju pertumbuhan ekonomi Kuningan 10,41 persen didorong oleh beberapa sektor strategis, di antaranya:

Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan
Kontributor terbesar PDRB Kuningan. Penguatan produktivitas, peningkatan komoditas hortikultura, dan modernisasi alat pertanian meningkatkan nilai tambah sektor primer.

Perdagangan Besar dan Eceran
Aktivitas ekonomi masyarakat yang membaik, naiknya kunjungan wisatawan, serta tumbuhnya pusat-pusat perdagangan rakyat berdampak positif pada omzet sektor ini.

Konstruksi
Perbaikan infrastruktur, revitalisasi ruang publik, hingga peningkatan konektivitas antar-wilayah menciptakan multiplier effect kuat.

Industri Pengolahan
Meskipun skala tidak sebesar daerah industri besar, pertumbuhan IKM terutama sektor pangan dan produk kreatif meningkatkan kapasitas ekonomi masyarakat.

Informasi dan Komunikasi
Digitalisasi UMKM dan meningkatnya layanan publik berbasis teknologi mendorong sektor ini tumbuh pesat.

Secara kontribusi, PDRB Kuningan berada pada kisaran 1,05%. Namun capaian pertumbuhan dua digit memperlihatkan bahwa daerah agraris dengan kekuatan UMKM tetap mampu menjadi pusat akselerasi ekonomi baru.

Dalam kesempatan terpisah, Bupati Kuningan menyampaikan bahwa capaian ini menandai masuknya Kuningan pada fase pertumbuhan cepat, hasil kolaborasi seluruh unsur masyarakat, petani, pelaku UMKM, pelaku usaha, komunitas pariwisata, tenaga pendidik, ASN, perangkat desa, dan lainnya.

“Pertumbuhan ekonomi harus berdampak pada kesejahteraan. Fokus ke depan adalah penurunan kemiskinan, penciptaan lapangan kerja, peningkatan akses pendidikan dan kesehatan, serta pemerataan peluang ekonomi di semua kecamatan,” tegasnya.

Jika dikelola dengan baik, pertumbuhan ekonomi dua digit akan memberikan manfaat luas bagi masyarakat, seperti naiknya pendapatan dan aktivitas produksi barang jasa, peningkatan minat investasi karena ekonomi dianggap sehat, tumbuhnya penerimaan daerah, dan stabilitas sosial yang lebih kuat.

Capaian ini sekaligus menjadi sinyal bahwa transformasi ekonomi berbasis pertanian, UMKM, pariwisata, dan konektivitas wilayah mampu menjadi fondasi pertumbuhan baru yang berkelanjutan di Kabupaten Kuningan.***