KUNINGAN, (VOX) – Masyarakat Desa Sukamukti, Kecamatan Cipicung, Kabupaten Kuningan, mengeluhkan keterlambatan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang tak kunjung mereka terima selama lebih dari satu bulan. Padahal, program ini sangat dinantikan warga karena menjadi salah satu upaya pemerintah pusat dalam meningkatkan gizi dan ketahanan pangan masyarakat.

Salah satu penerima manfaat MBG kategori B3 membenarkan hal tersebut saat dikonfirmasi Voxpopuli.co.id melalui pesan WhatsApp.

“Iya benar a, sudah satu bulanan. Terakhir kalau nggak salah tanggal 9 Oktober 2025,” ujarnya kepada Vox, Rabu (12/11/2025).

Ia menuturkan, alasan yang beredar di lapangan menyebutkan bahwa keterlambatan ini disebabkan oleh pergantian pihak SPPI (Sarjana Penggerak Pembangunan Infonesia) yang menjadi kepala di SPPG tersebut. Namun menurutnya, penjelasan itu belum jelas dan tidak disampaikan langsung kepada penerima manfaat.

“Katanya terkait pergantian SPPI, tapi nggak tahu validnya seperti apa. Masa penerima manfaat yang jadi korban,” tambahnya.

Untuk mengklarifikasi hal tersebut, redaksi Vox mencoba meminta keterangan dari Koordinator Wilayah SPPI Kuningan, yakni Nisa dan Dandi. Namun hingga berita ini diterbitkan, keduanya belum memberikan tanggapan atau penjelasan resmi.

Kondisi ini menimbulkan kebingungan di masyarakat. Para penerima manfaat berharap agar pemerintah atau pihak pengelola segera memberikan kepastian dan memperbaiki mekanisme penyaluran program agar tidak berlarut-larut.

“Kalau memang ada pergantian SPPI, seharusnya sudah diantisipasi. Jangan sampai warga yang membutuhkan bantuan makanan bergizi justru jadi korban sistem,” ujar salah satu warga Sukamukti.

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan inisiatif pemerintah pusat yang bertujuan membantu memenuhi kebutuhan gizi harian, khususnya bagi anak-anak, ibu hamil, menyusi dan balita. Namun, keterlambatan distribusi tanpa penjelasan resmi ini justru menimbulkan keresahan dan menurunkan kepercayaan masyarakat terhadap pelaksana program MBG ini.***