
VOXPOPULI.CO.ID – Kepedulian terhadap masyarakat kembali ditunjukkan Bupati Kuningan Dr. H. Dian Rachmat Yanuar. Dalam kegiatan Jumat BERSEPEDA (Bersih, Sehat, Peduli, dan Damai), Bupati Dian memberikan perhatian khusus kepada Samsuri, warga berusia 71 tahun yang mengalami gangguan penglihatan serius.
Mendengar kondisi yang dialami Samsuri, Bupati Dian langsung menghubungi Direktur RSUD Linggajati untuk meminta agar warga tersebut mendapatkan pemeriksaan dan penanganan medis lebih lanjut.
Momen tersebut terjadi saat Bupati Dian memimpin kegiatan Jumat BERSEPEDA di Balai Desa Sindangagung, Kecamatan Sindangagung, Kabupaten Kuningan, Jumat (30/10/2026).
Dalam dialog bersama warga, Bupati mengetahui bahwa mata sebelah kanan Samsuri sudah tidak dapat melihat, sedangkan mata kirinya juga mengalami gangguan penglihatan.
Mendengar kondisi tersebut, Bupati Dian berharap Samsuri segera mendapatkan pemeriksaan medis untuk mengetahui kemungkinan penanganan yang dapat dilakukan, termasuk tindakan operasi apabila memungkinkan.

“Kasihan, mata itu salah satu pancaindra yang sangat penting. Coba diperiksa, apakah secara medis memungkinkan untuk dioperasi atau ada penanganan lainnya. Mudah-mudahan bisa ditindaklanjuti oleh dokter,” ungkap Bupati Dian.
Ia juga meminta agar persoalan administrasi maupun kepesertaan BPJS dapat dikoordinasikan sehingga tidak menjadi penghambat bagi Samsuri untuk memperoleh pelayanan kesehatan.
Menurutnya, masyarakat yang sedang mengalami kesulitan harus mendapatkan perhatian nyata dari seluruh jajaran pemerintahan, mulai tingkat desa hingga kabupaten.
“Saya tidak ingin masyarakat yang sangat membutuhkan dan sedang menderita tidak mendapatkan perhatian dari pemerintah, baik dari desa, kecamatan, maupun pemerintah kabupaten,” tegasnya.
Kegiatan Jumat BERSEPEDA kali ini tidak hanya menjadi ajang membangun kebiasaan hidup sehat, tetapi juga momentum memperkuat kepedulian sosial dan lingkungan.
Bupati Dian menjelaskan bahwa BERSEPEDA merupakan akronim dari Bersih, Sehat, Peduli, dan Damai. Keempat nilai tersebut diharapkan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari oleh masyarakat maupun aparatur pemerintah.
“Jumat BERSEPEDA itu bukan berarti aparat harus bersepeda. BERSEPEDA adalah Bersih, Sehat, Peduli, dan Damai. Ini nilai-nilai yang harus kita hidupkan bersama,” ungkapnya.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Wakil Bupati Kuningan Tuti Andriani, Sekretaris Daerah U. Kusmana, jajaran kepala perangkat daerah, camat, kepala desa, serta masyarakat setempat.
Sebagai implementasi nilai Bersih dan Peduli, kegiatan ini juga dirangkaikan dengan pencanangan Gerakan Bersih-Bersih Selokan, Drainase, dan Saluran Air untuk mengantisipasi potensi banjir menjelang musim hujan.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Dian mengingatkan masyarakat agar lebih peduli terhadap kebersihan lingkungan, terutama kondisi saluran air dan drainase.
Menurutnya, banjir tidak hanya disebabkan faktor alam, tetapi juga dapat dipicu perilaku masyarakat yang masih membuang sampah sembarangan sehingga menghambat aliran air.
“Jangan sampai hujan yang selama ini kita harapkan justru menjadi musibah. Ketika hujan turun dengan intensitas tinggi, sementara selokan dan saluran air tersumbat sampah, akhirnya air meluap dan menimbulkan banjir,” tegasnya.
Ia mengajak pemerintah desa, kecamatan, tokoh masyarakat, dan seluruh warga untuk bergotong royong membersihkan selokan, drainase, serta sungai di lingkungan masing-masing.
Bupati juga meminta camat dan kepala desa lebih responsif terhadap laporan masyarakat, khususnya terkait saluran air rusak, tanggul rawan, maupun infrastruktur yang berpotensi membahayakan keselamatan warga.
Selain persoalan lingkungan dan pelayanan kesehatan, Bupati Dian juga menyoroti pentingnya memperkuat kepedulian sosial melalui zakat, infak, dan sedekah (ZIS) yang dikelola BAZNAS Kabupaten Kuningan.
Ia mengajak seluruh aparatur sipil negara (ASN) meningkatkan partisipasi dalam menyalurkan ZIS melalui BAZNAS agar manfaatnya dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat yang membutuhkan.
Menurutnya, semangat gotong royong serta nilai silih asah, silih asih, silih asuh harus diwujudkan melalui tindakan nyata, bukan sekadar slogan.
Dalam kegiatan tersebut, bantuan sembako dari BAZNAS juga disalurkan kepada masyarakat. Selain itu, pemerintah daerah memberikan bantuan biaya pengobatan bagi warga korban kebakaran Warmindo di Yogyakarta yang berasal dari Desa Balong.
Bantuan tersebut diharapkan dapat meringankan beban keluarga yang terdampak musibah.
Bupati Dian kembali mengingatkan seluruh jajaran pemerintah agar tidak hanya bekerja di belakang meja, tetapi juga aktif turun langsung untuk melihat kondisi masyarakat.
Ia menegaskan, persoalan warga tidak harus selalu menunggu laporan sampai kepada Bupati. Camat, kepala desa, dan kepala perangkat daerah memiliki tanggung jawab untuk bergerak cepat memberikan pelayanan.
“Jangan semuanya harus sampai ke Bupati. Ada camat, ada kepala desa, ada kepala dinas. Semuanya harus responsif, bergerak cepat, dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” pesannya.
Sementara itu, Camat Sindangagung Devi Ardeni menyampaikan apresiasi atas kehadiran Bupati beserta jajaran Pemerintah Kabupaten Kuningan.
Ia melaporkan bahwa rangkaian kegiatan Jumat BERSEPEDA telah diawali dengan aksi bersih-bersih lingkungan dan senam Kuningan Melesat sejak pukul 06.30 WIB.
Melalui kegiatan tersebut, Pemerintah Kabupaten Kuningan berharap nilai Bersih, Sehat, Peduli, dan Damai dapat menjadi budaya di tengah masyarakat.
Sebab, pembangunan daerah bukan hanya tentang infrastruktur, tetapi juga bagaimana pemerintah hadir memberikan pelayanan, menjaga lingkungan, membangun kepedulian sosial, dan memastikan masyarakat yang membutuhkan tidak luput dari perhatian.
(UGI)












Tinggalkan Balasan