
VOXPOPULI.CO.ID – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Kuningan menyalurkan bantuan stimulan senilai Rp617 juta kepada 1.544 penerima manfaat yang terdiri dari guru ngaji, guru madrasah diniyah, pengajar TPA, TKA, RA, serta takmir masjid. Program ini menjadi bentuk apresiasi terhadap pengabdian para pendidik keagamaan dan pengurus masjid dalam membina masyarakat.
Penyaluran bantuan tersebut dihadiri Bupati Kuningan, Dr. H. Dian Rachmat Yanuar, M.Si., di Teras Pendopo Kabupaten Kuningan, Rabu (28/10/2026).
Dalam kegiatan tersebut, Bupati Dian menyampaikan penghargaan kepada para guru ngaji dan takmir masjid yang selama ini berkontribusi dalam membentuk karakter generasi muda serta menjaga kehidupan keagamaan di tengah masyarakat.
Menurutnya, pengabdian para pendidik keagamaan sering kali berlangsung dalam kesederhanaan dan jauh dari sorotan publik. Padahal, peran mereka sangat penting dalam menanamkan nilai kejujuran, kepedulian, dan akhlak mulia sejak usia dini.
“Jangan melihat semata-mata nilainya, tetapi lihatlah ini sebagai bentuk penghargaan kami kepada Bapak dan Ibu sekalian,” ungkap Bupati Dian.

BAZNAS Kabupaten Kuningan menuntaskan penyaluran bantuan stimulan kepada 1.544 penerima manfaat yang tersebar di 376 desa dan kelurahan. Setiap penerima mendapatkan bantuan sebesar Rp400.000, sehingga total dana yang disalurkan mencapai Rp617 juta.
Khusus penyaluran tahap terakhir, bantuan diberikan kepada 214 penerima dari Kecamatan Kuningan, Cigugur, Sindangagung, dan Kramatmulya. Total anggaran untuk tahap tersebut mencapai Rp85,6 juta.
Wakil Ketua II BAZNAS Kabupaten Kuningan, Asep Z. Fauzi, M.Pd., menjelaskan bahwa penyaluran bantuan dilakukan secara bertahap dan menjadi bagian dari upaya memperluas manfaat zakat, infak, dan sedekah bagi masyarakat.
Ia menyebutkan, setiap desa dan kelurahan mendapatkan alokasi bantuan untuk empat penerima manfaat. Program tersebut diharapkan dapat membantu meningkatkan perhatian terhadap para pendidik keagamaan dan pengurus masjid yang menjalankan pengabdian di lingkungan masing-masing.
Bupati Dian menegaskan bahwa perhatian pemerintah daerah terhadap guru ngaji juga diwujudkan melalui program unggulan Ngaji Diri (Nyaah ka Santri, ka Guru Ngaji, jeung Pesantren Mandiri).
Pada 2026, Pemerintah Kabupaten Kuningan mengalokasikan anggaran sebesar Rp1,2 miliar untuk program tunjangan guru ngaji. Melalui program tersebut, bantuan diberikan sebesar Rp1 juta per orang selama satu tahun.
Menurut Dian, pendidikan keagamaan menjadi pelengkap penting bagi pendidikan formal. Anak-anak tidak hanya membutuhkan pengetahuan akademik, tetapi juga pembinaan moral dan spiritual agar tumbuh menjadi generasi yang berintegritas.
Ia menilai, pendidikan karakter yang diberikan sejak dini merupakan investasi jangka panjang bagi kemajuan Kabupaten Kuningan.
Bupati Dian juga menceritakan pengalamannya bertemu seorang guru ngaji di wilayah Selajambe yang selama bertahun-tahun mendidik anak-anak dengan berbagai keterbatasan. Pengalaman tersebut semakin memperkuat komitmennya untuk mendorong perhatian terhadap para pendidik keagamaan.
Dalam sambutannya, Bupati Dian menekankan bahwa pembangunan daerah tidak cukup hanya berfokus pada infrastruktur fisik, seperti jalan, sekolah, dan jembatan. Pembangunan juga harus memperhatikan kualitas sumber daya manusia, kehidupan sosial, serta penguatan nilai-nilai keagamaan.
Ia berharap perencanaan anggaran daerah memberikan ruang bagi program pembangunan nonfisik, termasuk pendidikan karakter dan kegiatan yang memperkuat kehidupan keagamaan masyarakat.
Menurutnya, keberhasilan pembangunan harus dapat dirasakan melalui meningkatnya kesejahteraan, terbentuknya masyarakat berakhlak, serta hadirnya manfaat nyata bagi warga.
Selain itu, Bupati Dian mengingatkan para takmir masjid agar menjaga rumah ibadah tidak hanya megah secara fisik, tetapi juga aktif sebagai pusat ibadah, pendidikan, majelis ilmu, dan kegiatan sosial kemasyarakatan.
Ia berharap masjid terus menjadi tempat tumbuhnya persaudaraan dan pembinaan akhlak bagi generasi muda.
Asep Z. Fauzi menyampaikan bahwa BAZNAS Kabupaten Kuningan terus memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah dan berbagai elemen masyarakat dalam meningkatkan kesejahteraan umat.
Selain mendukung program Ngaji Diri, BAZNAS turut menyelaraskan kegiatan pemberdayaan melalui program Gema Sadulur dan gerakan filantropi berbasis zakat, infak, serta sedekah.
Melalui lima program unggulannya, yakni Kuningan Peduli, Kuningan Sehat, Kuningan Cerdas, Kuningan Makmur, dan Kuningan Taqwa, BAZNAS Kabupaten Kuningan telah menyalurkan bantuan dengan total sekitar Rp1,41 miliar berdasarkan laporan yang disampaikan dalam kegiatan tersebut.
Asep berharap partisipasi masyarakat, aparatur sipil negara, kalangan pendidikan, mahasiswa, dan masyarakat desa dalam gerakan zakat, infak, dan sedekah terus meningkat. Dengan demikian, semakin banyak masyarakat yang berhak dapat merasakan manfaatnya.
Menutup kegiatan tersebut, Bupati Dian mengapresiasi BAZNAS Kabupaten Kuningan yang dinilai telah berperan sebagai penghubung antara masyarakat yang menunaikan zakat dan mereka yang berhak menerima manfaat.
Ia mengajak seluruh penerima bantuan untuk terus menjaga semangat pengabdian serta menjadikan masjid sebagai pusat ibadah, persaudaraan, dan pendidikan akhlak.
Melalui sinergi pemerintah daerah, BAZNAS, tenaga pendidik keagamaan, dan masyarakat, penguatan kehidupan religius diharapkan dapat berjalan seiring dengan pembangunan sumber daya manusia demi mewujudkan Kuningan Melesat yang religius, tangguh, dan sejahtera.
(UGI)









Tinggalkan Balasan