
VOXPOPULI.CO.ID – Terganggunya pasokan air bersih yang dirasakan warga Perumahan Cigintung (RSS) belakangan ini dipicu oleh penurunan debit sumber mata air baku hingga menyentuh angka 50 persen akibat musim kemarau panjang.
Wilayah Perumahan Cigintung sendiri tercatat masuk ke dalam Zona 1 Wilayah Pelayanan PAM Cabang Keramatmulya. Distribusi air bersih di kawasan ini bertumpu pada empat mata air utama, yakni Mata Air Kopi Bojong, Batunganjut, Curug Mangkok, dan Cijalatong. Kondisi cuaca kering membuat debit dari keempat mata air tersebut merosot drastis.
Pihak manajemen PAM Tirta Kamuning menjelaskan bahwa pengelolaan air baku di lapangan menuntut kehati-hatian ekstra karena harus berbagi hak pemanfaatan dengan sektor pertanian.
“Kondisi musim kemarau saat ini berdampak pada menurunnya debit sumber mata air yang dimanfaatkan sampai dengan 50 persen. Dengan kondisi tersebut, kami tetap berkomitmen menjaga keseimbangan kebutuhan pemanfaat sumber mata air, salah satunya dengan para pihak masyarakat petani,” ujar pihak manajemen PAM Tirta Kamuning Cabang Keramatmulya, Minggu (25/10).
Meski ketersediaan debit air sangat terbatas, pengelola menegaskan komitmennya untuk tetap melayani kebutuhan warga Cigintung semaksimal mungkin. Langkah koordinasi awal telah ditempuh melalui rembuk warga bersama Ketua Forum Warga dan perwakilan lingkungan setempat.

“Langkah awal kami adalah melakukan komunikasi dengan Ketua Forum Warga Perum Cigintung dan perwakilan warga sebagai bentuk pemberitahuan terhadap langkah-langkah yang akan kami lakukan untuk pendistribusian air pada kondisi saat ini. Salah satunya adalah rekayasa sistem pendistribusian air melalui jadwal pergiliran, serta menyuplai air melalui kendaraan tangki terhadap warga yang belum mendapatkan suplai saat jadwal giliran,” jelas perwakilan PAM.
Guna memastikan skema darurat berjalan efektif, petugas di lapangan bersama perwakilan warga terus menggelar monitoring dan evaluasi berkala, baik saat siang maupun malam hari. Pengelola menyatakan membuka pintu komunikasi seluas-luasnya untuk menerima kritik dan saran pelanggan demi penyesuaian teknis pelayanan.
“Sistem dan upaya-upaya yang kami lakukan terus dievaluasi secara berkelanjutan demi kepuasan pelanggan, dan kami sangat terbuka berdiskusi menerima masukan serta saran. Pada akhirnya, kami menyampaikan permohonan maaf dan maklum dengan kondisi saat ini, kami belum bisa maksimal dalam pelayanan kontinuitas distribusi air secara menyeluruh, khususnya di wilayah Perum Cigintung,” pungkasnya.***











Tinggalkan Balasan