
VOXPOPULI.CO.ID – Pertemuan Bupati Kuningan Dian Rachmat Yanuar dengan Wali Kota Cirebon Effendi Edo di Rumah Makan Saung Karuhun 2, Kabupaten Kuningan, Senin (19/10/2026), turut membahas kerja sama pemanfaatan sumber daya air antara kedua daerah.
Pertemuan tersebut dihadiri Direktur Utama Perumda Air Minum Tirta Giri Nata Kota Cirebon, Andri Satria, S.T., M.T., serta Direktur Utama Perumda Air Minum Tirta Kamuning Kabupaten Kuningan, Ukas Suhafaputra.
Meski disebut sebagai agenda silaturahmi, pembicaraan kedua kepala daerah juga menyinggung kemungkinan pengembangan sumber air baru hingga optimalisasi sumber mata air yang selama ini dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
Bupati Kuningan Dian Rachmat Yanuar menjelaskan bahwa kunjungan tersebut merupakan bagian dari upaya mempererat hubungan antardaerah sekaligus memperkuat kerja sama yang telah berjalan.
“Ya hari ini saya menerima kunjungan silaturahmi Pak Wali Kota beserta jajarannya, dengan Pak Sekdanya dan Dirut PDAM yang baru. Kita silaturahmi memperkuat kerja sama daerah. Saya kan sebagai Ketua Kunci Bersama,” ujar Dian kepada awak media.

Dian mengakui bahwa salah satu agenda pembicaraan berkaitan dengan kerja sama pengelolaan dan pemanfaatan air antara Kabupaten Kuningan dan Kota Cirebon.
Menurutnya, kerja sama tersebut harus memberikan manfaat bagi masyarakat kedua daerah.
“Salah satu tujuan membahas tentang kerja sama air. Bagaimana supaya kerja sama air ini betul-betul bermanfaat bagi masyarakat, tidak hanya untuk Kuningan tapi untuk Cirebon,” katanya.
Selain membahas kerja sama yang telah berjalan, kedua pihak juga membuka pembicaraan mengenai kemungkinan pemanfaatan sumber mata air lainnya.
“Kedua, juga berbicara tentang kemungkinan-kemungkinan, kemungkinan ada sumber yang baru atau memaksimalkan sumber mata air yang sudah ada,” ungkap Dian.
Ketika ditanya apakah pertemuan tersebut berkaitan dengan dampak musim kemarau panjang terhadap ketersediaan air, Dian menyatakan bahwa kondisi sumber mata air yang dimanfaatkan untuk kebutuhan Kota Cirebon masih relatif stabil.
“Saya kira tidak juga ya, karena berdasarkan hasil laporan dari Pak Direktur PDAM Kuningan, sumber mata air Cirebon sampai hari ini masih stabil,” jelasnya.
Dian kembali menegaskan bahwa pertemuan tersebut lebih diarahkan untuk memperkuat komunikasi dan menyinergikan program yang telah berjalan.
“Mensinergikan program yang sudah ada, memperkuat. Cuma hanya ini saja, Direktur PDAM Kota Cirebon yang baru, saling ingin kenal,” tambahnya.
Sementara itu, Wali Kota Cirebon Effendi Edo menyampaikan bahwa kunjungannya juga bertujuan memperkenalkan Direktur Utama PDAM Tirta Giri Nata yang baru kepada Pemerintah Kabupaten Kuningan.
Menurut Edo, komunikasi antardaerah menjadi penting untuk menjaga keberlanjutan kerja sama, termasuk dalam pemanfaatan potensi sumber daya air.
“Saya juga memperkenalkan Dirut PDAM saya yang baru tentunya, supaya ada komunikasi dan kolaborasi untuk ke depannya. Jadi enggak ada apa-apa sebetulnya, kita hanya mengenalkan saja,” ujar Edo.
Ia tidak menampik bahwa sejumlah potensi kerja sama turut menjadi bahan pembicaraan dalam pertemuan tersebut.
“Potensi-potensi tentunya tadi kita juga sudah bicarakan. Nah ini juga supaya ada sinergis antara daerah,” katanya.
Menanggapi pertanyaan wartawan mengenai kondisi pasokan air ke Kota Cirebon selama musim kemarau, Edo memastikan bahwa sejauh ini belum terdapat gangguan berarti.
“Ya alhamdulillah, sampai saat ini enggak ada pengaruh. Semuanya masih stabil, alhamdulillah,” ungkapnya.
Hal serupa disampaikan Edo ketika ditanya secara khusus mengenai kondisi pasokan air dari sumber mata air Cipaniis yang berada di wilayah Kabupaten Kuningan.
Bahkan, ketika wartawan menanyakan besaran debit air dari Cipaniis, Edo menyebut angka sekitar 1.000 liter per detik.
“Sekarang sudah berapa liter? Seribu ya? Seribu,” jawab Edo saat ditanya mengenai debit air Cipaniis.
Namun, angka tersebut belum disertai penjelasan teknis mengenai apakah yang dimaksud merupakan debit sumber mata air secara keseluruhan, kapasitas pengambilan, atau volume air yang disalurkan kepada pelanggan PDAM Kota Cirebon.
Pertemuan kedua kepala daerah ini sekaligus menempatkan kerja sama pemanfaatan sumber daya air sebagai salah satu agenda penting hubungan Kabupaten Kuningan dan Kota Cirebon.
Terlebih, Kabupaten Kuningan merupakan wilayah yang memiliki sejumlah sumber mata air yang turut dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat di luar daerah.
Kendati demikian, dalam keterangan kepada wartawan, kedua kepala daerah belum menjelaskan secara terperinci mengenai sumber air baru yang berpotensi dikembangkan, besaran pemanfaatannya, maupun bentuk kesepakatan lanjutan yang mungkin dihasilkan dari pertemuan tersebut.
Hingga pertemuan berakhir, agenda tersebut disampaikan sebagai silaturahmi dan penguatan komunikasi kerja sama antardaerah, termasuk dalam sektor penyediaan air bersih.***












Tinggalkan Balasan