
VOXPOPULI.CO.ID – Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Kuningan, Eries Sugianto, bersama jajaran melaksanakan sarapan pagi bersama Warga Binaan di Lapangan Blok I Lapas Kelas IIA Kuningan, Sabtu (26/9/2026).
Kegiatan yang dimulai pukul 07.30 WIB tersebut menjadi sarana komunikasi langsung antara pimpinan, petugas, dan Warga Binaan. Dalam kesempatan itu, berbagai arahan disampaikan mulai dari keamanan dan ketertiban, pelayanan, hingga pelaksanaan program pembinaan.
Kegiatan berlangsung dalam suasana tertib dan kondusif. Kepala Lapas bersama pejabat struktural dan staf berinteraksi langsung dengan Warga Binaan sekaligus menyampaikan sejumlah ketentuan yang perlu dipatuhi bersama.
Dalam arahannya, Eries Sugianto menyampaikan apresiasi kepada jajaran dan Warga Binaan atas pelaksanaan kegiatan penggeledahan bersama yang dilakukan sehari sebelumnya.
Menurut Eries, kegiatan tersebut berjalan dengan tertib dan tidak ditemukan barang-barang terlarang.

“Terima kasih kepada seluruh jajaran dan Warga Binaan yang telah bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban. Hasil penggeledahan kemarin menjadi bagian dari komitmen kita bersama untuk menciptakan Lapas yang aman dan kondusif,” ujar Eries.
Ia juga kembali mengingatkan pentingnya menjaga komitmen Zero Halinar, yakni upaya menciptakan lingkungan pemasyarakatan yang bebas dari handphone ilegal, pungutan liar, dan narkoba.
Warga Binaan diminta tidak memiliki, menyimpan, maupun menggunakan handphone secara ilegal serta menjauhi narkoba dan praktik pungutan liar.
Selain membahas keamanan, Kalapas Kuningan turut memberikan penjelasan mengenai kondisi kamar hunian Warga Binaan.
Eries menegaskan bahwa tidak terdapat kamar hunian dengan fasilitas mewah di Lapas Kelas IIA Kuningan.
Terkait alas tidur, Warga Binaan yang memiliki dua buah matras diingatkan untuk mengembalikan salah satunya sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Penegasan tersebut disampaikan sebagai bagian dari upaya memastikan seluruh fasilitas dan perlengkapan di kamar hunian digunakan sesuai aturan.
Pada aspek pelayanan, Eries juga menyampaikan arahan terkait koperasi, khususnya barang-barang yang disediakan atau dijual di ruang kunjungan.
Ia meminta agar harga barang yang dijual tetap wajar dan disesuaikan dengan harga di luar. Dengan demikian, keluarga yang datang berkunjung tidak perlu membawa makanan kemasan dari luar.
“Kita ingin pelayanan di ruang kunjungan tetap memberikan kemudahan bagi keluarga. Barang yang disediakan harus memiliki harga yang wajar dan setara dengan harga di luar,” jelasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Kalapas juga menyampaikan informasi mengenai pendataan keluarga inti yang berhak melakukan kunjungan.
Mulai 1 Oktober 2026, kunjungan diperuntukkan bagi keluarga inti yang telah terdaftar dalam pendataan. Sementara itu, pihak yang tidak termasuk dalam data keluarga inti tidak diperkenankan melakukan kunjungan.
Ketentuan tersebut disampaikan kepada Warga Binaan agar dapat diinformasikan kepada keluarga masing-masing dan dipersiapkan sebelum jadwal kunjungan diberlakukan.
Eries juga menjelaskan fungsi Blok Maximum Security yang diperuntukkan bagi Warga Binaan yang melakukan pelanggaran tata tertib.
Keberadaan blok tersebut merupakan bagian dari mekanisme pengamanan dan penegakan ketertiban di lingkungan Lapas. Penanganan terhadap Warga Binaan yang melakukan pelanggaran tetap dilaksanakan sesuai ketentuan yang berlaku serta disertai pembinaan.
Salah seorang Warga Binaan berinisial CH menyampaikan bahwa kegiatan sarapan bersama memberikan kesempatan bagi Warga Binaan untuk berkomunikasi secara langsung dengan pimpinan.
“Menurut saya kegiatan seperti ini baik karena kami bisa bertemu dan mendengarkan langsung arahan dari Bapak Kalapas. Kami juga jadi lebih memahami aturan yang harus dipatuhi dan pentingnya bersama-sama menjaga keamanan serta ketertiban,” ungkap CH.
CH menambahkan, arahan yang diberikan menjadi pengingat bagi Warga Binaan untuk terus mengikuti tata tertib sekaligus mendukung program pembinaan yang dilaksanakan di Lapas Kelas IIA Kuningan.
Melalui kegiatan sarapan bersama, Lapas Kelas IIA Kuningan berupaya membangun komunikasi antara pimpinan, petugas, dan Warga Binaan. Komunikasi tersebut diharapkan dapat memperkuat pemahaman bersama mengenai disiplin, kepatuhan terhadap tata tertib, keamanan, serta pelaksanaan pembinaan.
Kegiatan berlangsung aman, tertib, dan lancar. Lapas Kelas IIA Kuningan menegaskan komitmennya untuk terus membangun lingkungan pemasyarakatan yang aman, tertib, kondusif, dan humanis, serta bebas dari handphone ilegal, pungutan liar, dan narkoba. (Ugi)









Tinggalkan Balasan