
VOXPOPULI.CO.ID – Pemerintah Kabupaten Kuningan berencana menata ulang kawasan Pedagang Kaki Lima (PKL) di Kompleks Parkiran Stadion Mashud Wisnusaputra.
Penataan tersebut dilakukan karena kondisi kawasan dinilai semakin padat setelah area parkir stadion meluas. Kondisi itu membuat aktivitas PKL, kendaraan, dan pengguna jalan menjadi kurang tertib.
Kepala Dinas Koperasi, UMKM, Perdagangan dan Perindustrian (Diskopdagperin) Kabupaten Kuningan, Toni Kusumanto, mengatakan pihaknya telah melakukan survei untuk melihat langsung kondisi PKL di kawasan tersebut.
“Kita sudah survei, kita rencanakan penataan ulang PKL di sana (Stadion Mashud),” ujar Toni Kusumanto, Rabu (7/10/2026).
Salah satu titik yang menjadi perhatian adalah kawasan PKL di sekitar kompleks masjid atau sisi samping SMAN 3 Kuningan.

Menurut Toni, lokasi tersebut menjadi salah satu bagian yang akan ditata terlebih dahulu.
Para pedagang nantinya direncanakan bergeser ke bagian belakang, tepatnya memanfaatkan area jalan alternatif di samping SMAN 3 Kuningan hingga mendekati benteng sekolah.
Pemindahan tersebut bukan dimaksudkan untuk menghilangkan aktivitas PKL, melainkan mengatur kembali posisi pedagang agar kawasan stadion menjadi lebih tertib.
“Jadi tetap tidak ada jalan yang ditutup. Justru pergeseran PKL ke belakang akan membuka ruang lebih luas untuk parkir dan pengguna jalan agar tidak semrawut,” jelas Toni.
Selain memindahkan posisi pedagang, akses jalan alternatif dari Jalan Aruji menuju Kompleks Stadion Mashud juga akan mengalami perubahan arus.
Rencananya, jalur tersebut akan dialihkan belokannya dari ujung utara masjid.
Skema tersebut disiapkan agar keberadaan PKL tidak mengganggu sirkulasi kendaraan maupun kebutuhan ruang parkir di sekitar stadion.
Diskopdagperin berharap penataan tersebut dapat menciptakan kawasan yang lebih nyaman bagi pedagang, pengunjung stadion, serta pengguna jalan.
Toni mengatakan rencana pergeseran PKL sudah mulai dikoordinasikan dengan sejumlah pihak, termasuk SMAN 3 Kuningan.
Namun, hingga saat ini pihak sekolah masih menyampaikan keberatan terhadap rencana tersebut.
Meski demikian, Diskopdagperin mengaku akan terus melakukan komunikasi dan memperjuangkan skema penataan yang dianggap paling memungkinkan.
“Meski begitu, akan terus kita perjuangkan penataannya,” ucap Toni.
Pemerintah daerah berharap solusi yang dihasilkan nantinya dapat mengakomodasi kebutuhan pedagang sekaligus menjaga fungsi akses jalan dan fasilitas publik di kawasan Stadion Mashud.
Tak hanya memindahkan lokasi berjualan, pemerintah juga berencana melakukan pembenahan terhadap kawasan PKL yang baru.
Gerobak dan tempat berjualan pedagang nantinya akan ditata agar lebih rapi, kokoh, dan memiliki desain yang seragam atau berciri khas.
Konsep tersebut diharapkan dapat mengubah kawasan PKL Stadion Mashud menjadi lebih tertata tanpa menghilangkan aktivitas ekonomi para pedagang.
Menurut Toni, rencana penataan tersebut mendapat dukungan dari pihak swasta.
“Penataan PKL Stadion Mashud ini, InsyaAllah dibantu oleh Aqua. Mohon doa supaya segera terwujud,” pungkasnya.
Jika rencana tersebut terealisasi, penataan PKL di kawasan Stadion Mashud diharapkan dapat memberikan ruang yang lebih luas bagi parkir dan lalu lintas, sekaligus menciptakan tempat berjualan yang lebih nyaman dan tertib bagi para pedagang. (Ugi)









Tinggalkan Balasan