
KUNINGAN, (VOX) – Pemerintah Kabupaten Kuningan terus berupaya menangani persoalan pedagang kaki lima (PKL) di sejumlah titik strategis, seperti kawasan Langlangbuana, Taman Kota (Tamkot), dan Puspa. Bupati Kuningan menegaskan bahwa pihaknya sudah menampung berbagai keluhan masyarakat terkait penataan PKL dan saat ini tengah mendorong kembali langkah-langkah perbaikan.
“Beberapa hal memang sempat melemah, tapi sekarang kita dorong kembali agar lebih aktif. Saya sudah meminta Pak Sekda, Pak Asda 2, dan Pak Elon untuk ikut meramaikan kegiatan di sana. Termasuk kantor-kantor pelayanan publik yang sempat pasif, rencananya akan kita hidupkan kembali agar rapat maupun kegiatan bisa berjalan di lokasi tersebut,” ujar Bupati Kuningan.
Bupati juga menyoroti aktivitas malam Minggu di kawasan Siliwangi dan Tamkot yang kerap menimbulkan kemacetan akibat menumpuknya penonton di jalan. Menurutnya, salah satu solusi adalah dengan menata ulang hiburan atau musik agar tidak mengganggu arus lalu lintas. “Kami sangat memahami kondisi pedagang yang omzetnya menurun, maka perlu ada solusi tertib agar tidak ada pihak yang dirugikan,” tambahnya.
Selain penataan, Pemkab Kuningan tengah menyiapkan berbagai gagasan kreatif untuk menghidupkan kembali ekonomi rakyat, seperti menggelar event, lomba, hingga menghadirkan pelayanan publik keliling. “Kami akan dorong melalui Para SKPD terkait, termasuk Dinas Capil, hingga layanan Samsat agar bisa hadir di lokasi keramaian. Bahkan ruang pertemuan di lantai dua yang sempat tidak difungsikan akan diaktifkan kembali,” jelas Bupati.
Pemerintah juga meminta ketegasan Satpol PP untuk menjaga ketertiban dan melindungi pedagang resmi. Bupati menekankan, jangan sampai pedagang yang sudah tertib dirugikan oleh pedagang dari luar daerah yang berjualan tanpa izin di trotoar. “Ini penting agar tidak menimbulkan kecemburuan dan miskomunikasi,” tegasnya.

Lebih jauh, Pemkab juga berencana mendorong usaha makanan, minuman, dan katering yang melibatkan pedagang kaki lima setempat. Menurut Bupati, program ini memang belum maksimal, namun akan terus dievaluasi dan disempurnakan.
Contoh konkret dukungan terhadap pedagang terlihat pada kegiatan nonton bareng pertandingan sepak bola yang baru digelar. Antusiasme warga cukup tinggi, sehingga menjadi masukan agar event serupa terus dilaksanakan. “Acara musik atau pemutaran film jadul juga bisa menjadi pilihan. Namun penataan lokasi hiburan harus diperhatikan agar tidak menumpuk di pinggir jalan dan menimbulkan kemacetan,” jelasnya.
Di akhir wawancara, Bupati menegaskan bahwa pemerintah akan melibatkan semua pihak, termasuk tokoh masyarakat dan komunitas, agar setiap acara lebih tertib, menarik, dan membawa manfaat nyata bagi pedagang maupun warga Kuningan.***











Tinggalkan Balasan