KUNINGAN, (VOX) – Pemerintah melalui Kementerian Perhubungan resmi melepas peserta arus balik program mudik gratis dari Terminal Tipe A Kertawangunan, Rabu 25 Maret 2026. Program ini menjadi salah satu respons atas lonjakan mobilitas masyarakat selama periode Lebaran tahun ini.

Direktur Angkutan Jalan di Direktorat Jenderal Perhubungan Darat, Dr. Muiz Thohir, mengungkapkan bahwa pergerakan masyarakat pada musim mudik mengalami peningkatan signifikan. Ia menyebut angka pengguna angkutan mencapai sekitar 13,7 juta orang.

“Ini meningkat hampir 10 persen dibanding tahun sebelumnya. Artinya ada perbaikan kondisi ekonomi masyarakat dan mobilitas yang semakin tinggi,” ujarnya.

Pemerintah kemudian menghadirkan program mudik gratis sebagai bentuk intervensi langsung untuk memastikan perjalanan masyarakat tetap aman, nyaman, dan terjangkau. Tahun ini, Kementerian Perhubungan menyediakan kuota 15.834 penumpang dengan 401 unit bus serta fasilitas pengangkutan 240 sepeda motor.

Program tersebut mencakup 34 kabupaten dan kota di seluruh Indonesia, sementara arus balik difokuskan pada 12 kota tujuan, termasuk Kuningan. Dari wilayah ini, pemerintah mengalokasikan sejumlah armada bus untuk mengangkut pemudik kembali ke Jabodetabek.
Muiz menegaskan bahwa program ini bukan sekadar layanan transportasi, tetapi juga bentuk kehadiran negara dalam menjawab kebutuhan masyarakat.

“Ini adalah upaya pemerintah untuk memfasilitasi masyarakat yang membutuhkan, agar bisa melakukan perjalanan mudik dan balik dengan selamat, aman, dan lancar,” katanya.

Dalam kesempatan yang sama, Bupati Kuningan, Dian Rachmat Yanuar, menyampaikan apresiasi atas perhatian pemerintah pusat terhadap daerahnya. Ia menilai program ini sangat relevan mengingat tingginya jumlah perantau asal Kuningan.

“Program ini bukan hanya soal transportasi, tapi wujud nyata kehadiran pemerintah di tengah masyarakat, terutama bagi mereka yang memiliki keterbatasan,” ujarnya.

Menurut Dian, sekitar 30 persen warga Kuningan merupakan perantau yang memiliki keterikatan kuat dengan kampung halaman. Tradisi mudik dan balik menjadi bagian penting dalam siklus sosial dan ekonomi daerah.
Ia juga menyoroti kontribusi para perantau terhadap pembangunan daerah.

“Banyak pembangunan di desa yang didukung oleh para perantau. Mereka ini bisa disebut pahlawan daerah,” katanya.

Acara pelepasan ini juga dihadiri oleh Kapolres Kuningan, AKBP sM Ali Akbar serta perwakilan Dandim 0615 Kuningan, Dedi Damhudi, yang turut didampingi jajaran unit intel Kodim dan sejumlah pejabat lainnya.
Kehadiran unsur TNI dan Polri menjadi bagian dari dukungan lintas sektor untuk memastikan kelancaran dan keamanan arus balik.

Acara pelepasan berlangsung dengan dukungan berbagai pihak, mulai dari pemerintah daerah, TNI, Polri, hingga Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Barat. Para peserta diberangkatkan menuju sejumlah terminal di wilayah Jabodetabek.

Menutup acara, pemerintah menyampaikan pesan sederhana namun penting. Keselamatan tetap menjadi prioritas utama.

“Selamat jalan, semoga selamat sampai tujuan dan bisa kembali lagi ke kampung halaman tahun depan,” kata Muiz.***